SOLAR LANGKA : Pengusaha Angkutan Keluhkan Sulitnya Solar Bersubsidi

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Selasa, 23 April 2013 17:23 WIB
SOLAR LANGKA : Pengusaha Angkutan Keluhkan Sulitnya Solar Bersubsidi

JOGJA-Pengusaha angkutan yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia menyatakan masih sulit memperoleh bahan bakar, khususnya solar bersubsidi baik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun di daerah lain.

"Memperoleh solar bersubsidi sangat sulit. Padahal, penggunaan bahan bakar mencapai 60 persen dari operasional kendaraan," kata Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan di Yogyakarta, Selasa (23/4).

Menurut dia, pengusaha tidak bisa menggunakan bahan bakar solar nonsubsidi karena tarif belum dinaikkan.

"Jika menggunakan solar nonsubsidi, tentu biaya operasionalnya menjadi bertambah. Siapa yang akan membayar kekurangannya," katanya.

Sebagai sebuah organisasi, IPOMI memiliki anggota yang berasal dari 28 perusahaan otobus. Perusahaan tersebut tidak hanya beroperasi di DIY melainkan juga di sejumlah daerah di Pulau Sumatera, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Nusa Tenggara dan Bali.

"Karena memperoleh solar bersubsidi cukup sulit, bisa saja ada perusahaan yang tidak menjalankan angkutannya dan memilih mogok," katanya menanggapi rencana dari sejumlah perusahaan otobus di daerah lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online