Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
JOGJA—Raja Kraton Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku tak melakukan intervensi terhadap pencalonan dua menantunya dalam bursa Pemilu Legislatif 2014, termasuk mundurnya anak sulungnya GKR Pembayun dari pencalonan di Partai Golkar.
“Silakan saja, mereka punya hak dipilih dan memilih,” kata Sultan usai rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Gubernur di gedung DPRD DIY, Jumat (26/4).
Seperti diketahui mereka yang mencalonkan diri adalah KPH Wironegoro. Suami dari GKR Pembayun itu maju dalam pencalonan di DPR RI melalui daerah pemilihan DIY lewat Partai Gerindra. KPH Purbodiningrat, suami dari GKR Maduretno juga maju dalam pencalonan di DPRD DIY lewat PDIP di derah pemilihan Bantul Barat dengan Nomor Urut 1.
Sultan mengatakan, para putra mantu itu meminta restu kepadanya setelah mendaftarkan diri dalam pencalonan. Partai yang dipilih, menurutnya sudah bukan menjadi kewenangannya untuk turut campur kecuali mereka belum berkeluarga. “Saya tidak pernah mendikte pilihan. Yang penting mereka sudah dewasa, jangan orangtua yang menentukan pilihan,” kata Gubernur DIY tersebut.
Toh, kata Sultan, sesuai dengan Undang-undang Keistimewaan DIY, yang dicabut haknya untuk berpolitik dalam partai hanya Sultan Ngayogyakarta. Namun ia menolak majunya para menantu dalam kancah politik itu dikaitkan sebagai wujud pengamanan Keistimewaan dalam mempertahankan dinasti Kraton.
Bahkan Sultan juga justru menanyakan soal rekontruksi Kraton yang dilontarkan KPH Wironegoro sebelumnya saat berkunjung ke Griya Harian Jogja Jalan Timoho. Ia malah mengaku tidak menitipkan mandat apapun.
Sebagaimana diberitakan Harian Jogja, Jumat(26/4), Wironegoro mengatakan keputusannya maju merupakan kesepakatan antara Sultan dan GKR Hemas yang juga maju kembali untuk ketiga kalinya di DPD RI dan istrinya. Dalam pertemuan itu tertuang kesepakatan bahwa perlu ada regenerasi orang Kraton di lembaga Legislatif.
Sehingga rekontruksi Kraton ke depan dapat disampaikan orang yang benar- benar mengetahui seluk beluk Kraton. Wironegoro adalah Penghageng Parentah Hageng yang membawahi ribuan abdi dalem. Ia termasuk dalam tim rekontruksi Kraton.
Sedangkan KPH Purbodiningrat mengaku diwanti-wanti Sultan untuk menjaga Dana Keistimewaan agar mempertahankan proporsi 20% untuk Kraton dan Pakulaman, dan sisanya untuk kepentingan masyarakat.
Janu Ismadi, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Partai Golkar DIY memastikan GKR Pembayun tak mengembalikan berkas pencalonannya. Sebelumnya GKR Pembayun, memang bersedia maju ketika utusan Abdurizal Bakrie Ketua Umum Partai Golkar mendatanginya.
Ia mengaku baru mengetahui jika Pembayun batal maju pada Selasa(23/4) lalu. Posisi nomor urut 3 yang telah didaftarkan atas nama Pembayun otomotis digantikan oleh Rahmat Pribadi yang sebelumnya nomor urat empat. “Padahal sebelumnya kami berharap Gusti Pembayun dapat mendongkrak suara partai,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
KPK mengungkap dugaan suap ratusan juta rupiah untuk masuk Fakultas Kedokteran Unsoed. KPK juga mendalami dugaan praktik di fakultas lain.
Jalan Plono-Nglinggo Kulonprogo rusak parah dan jadi akses wisata. Pemkab mengajukan anggaran Inpres 2026 sebesar Rp54,95 miliar.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Kualitas udara Pontianak mencapai AQI 328 dan masuk kategori Berbahaya akibat karhutla. Palangkaraya juga masuk kategori Tidak Sehat.
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.