UN SD 2013 : Titik Rawan Kebocoran Saat Soal Menginap 4 Malam

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Sabtu, 04 Mei 2013 12:30 WIB
UN SD 2013 : Titik Rawan Kebocoran Saat Soal Menginap 4 Malam

JOGJA-Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) DIY, Baskara Aji menyebut titik rawan kebocoran soal Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah Dasar (SD) adalah ketika harus menginap empat malam. Hari ini, Sabtu (4/5) soal UN SD mulai didistribusikan.

Enam armada mengantarkan soal Ujian Nasional untuk jenjang SD/MI dan sederajat dari Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke 68 sekolah yang menjadi unit pelaksana teknis di seluruh kota/kabupaten di wilayah tersebut.

Pengamanan soal UN untuk tingkat SD/MI dan SD LB serta soal untuk Ujian Paket A dilakukan oleh petugas dari Dikpora, petugas dari Dinas Pendidikan kota/kabupaten dan kepolisian.

"Setiap armada yang mendistribusikan soal juga dikawal oleh dua petugas kepolisian Polda DIY," katanya, Sabtu (4/5).

Ia mengatakan, titik rawan pengamanan soal UN SD/MI dan sederajat adalah saat soal diinapkan di setiap unit pelaksana teknis SD karena soal harus menginap selama empat malam.

Jumlah sekolah yang menjadi penyelenggara UN SD/MI dan sederajat di DIY tercatat sebanyak 1.997 sekolah dengan jumlah peserta ujian untuk SD/MI sebanyak 50.289 orang, siswa SD LB sebanyak 68 orang, siswa inklusi penyandang low vision sebanyak lima orang, satu siswa buta sebelah, dan lima siswa tuna netra.

Sedangkan ujian Paket A diikuti 242 peserta dari 11 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Sedangkan pelaksanaan UN SD akan dilaksanakan mulai Senin (6/5) hingga Rabu (8/5) dengan tiga mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan Paket A diujikan lima mata pelajaran, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, IPS, IPA, dan Matematika.
Sementara itu, Kasubdit III Direktorat Intelkam Polda DIY AKBD Sumitro mengatakan, pengawasan dari kepolisian dilakukan sejak dari percetakan.

"Ada enam petugas yang diterjunkan di percetakan. Untuk distribusi soal, kami mengerahkan 12 petugas," katanya.

Untuk pengamanan di masing-masing sekolah yang menjadi UPT, lanjut dia, diserahkan kepada petugas kepolisian sektor yang membawahi wilayah kecamatan masing-masing UPT.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online