Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Ilustrasi daging kurban (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Iduladha 2017 panitia diimbau memperhatikan aspek kesehatan saat mengemas daging.
Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat agar menghindari penggunaan kantong plastik atau "kresek" berwarna hitam sebagai bungkus daging kurban karena dapat tertempel cemaran kimia berbahaya.
"Jangan sampai membungkus daging dengan kresek atau plastik hitam," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) DIY Sutarno seperti dikutip dari Antara, Rabu (23/8/2017).
Sutarno mengatakan plastik berwarna hitam tidak aman karena merupakan plastik hasil daur ulang dari berbagai macam plastik dengan proses yang tidak higienis.
Menurut dia, bungkus yang paling tepat dan aman untuk daging kurban atau makanan lainnya adalah plastik bening atau transparan karena bukan hasil daur ulang. "Maka kami anjurkan panitia kurban untuk pakai plastik transparan saja," kata dia.
Selain itu, Sutarno juga berharap para panitia kurban yang bersentuhan langsung dengan daging dipastikan tidak sedang terkena flu atau penyakit menular lainnya.
"Karena daging mudah terkontaminasi virus-virus disekitarnya saya berharap panitia kurban dalam keadaan sehat," kata dia.
Sutarno mengatakan hari pemotongan hewan kurban, pihaknya juga akan menyiagakan dokter hewan yang tersebar di 40 Puskeswan se-DIY dengan menggandeng 300 calon dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengintensifkan pemeriksaan hewan di seluruh tempat pemotongan hewan kurban.
Menurut Sutarno, meski tim pemeriksa yang dipimpin dokter hewan Distan DIY menyatakan seluruh hewan kurban di daerah itu bebas dari penyakit berbahaya, tidak menutup kemungkinan penyakit itu datang dari sapi yang didatangkan dari luar daerah.
Sejumlah penyakit bawaan sapi yang perlu diwaspadai, di antaranya cacing hati, antraks, dan penyakit menular lainnya.
"Kalau dari kalangan peternak di DIY, kami sudah memastikan bebas penyakit. Akan tetapi, kami tidak tahu yang dari luar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.