Guardiola Siap Tempur di Final Piala FA, Chelsea Tak Gentar di Wembley
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
JOGJA-Rencana pembatasan gas elpiji 3 kg oleh Pertamina, belum berdampak pada kelangkaan gas elpiji di wilayah Jogja. Meski begitu, muncul kekhawatiran rencana tersebut akan menyengsarakan masyarakat kecil.
Dari pantauan Harian Jogja, Jumat (10/5), toko-toko dan beberapa pangkalan penyedia tabung gas elpiji 3kg masih melayani pembelian gas-gas tersebut. Meski mengaku tidak mengetahui rencana pembatasan tersebut, hingga kini pasokan gas elpiji dari agen-agen lancar.
Kusubiyanto, misalnya, mengatakan, setiap minggu pasokan untuk 50 tabung gas 3kg ke pangkalannya masih lancar.
Hanya saja, pengelola Toko Sembako Murah itu mengeluhkan jatah gas elipijinya pada Kamis (9/5) kemarin belum datang.
“Saya dijatah setiap hari Kamis. Berhubung kemarin libur, jadi harus menunggu Kamis mendatang,” keluh Yanto sapaan akrabnya saat ditemui Kadipaten Wetan, Jumat (10/5).
Yanto sendiri belum mengatahui rencana pembatasan tersebut. Pasalnya, Pertamina sudah melakukan pembatasan sejak setahun lalu di mana masing-masing pangkalan dijatah minimal 50 tabung dan maksimal 360 tabung setiap kali pengiriman.
“Karena terlalu banyak pangkalan kan bisa berpengaruh terhadap penyerapan tabung, makanya sejak setahun lalu sudah dibatasi. Kalau rencana mau dibatasi lagi saya belum tahu,” ujarnya.
Menurutnya, bila rencana tersebut dilakukan maka akan berdampak pada masyarakat kecil. Sebab, kalau stok di pangkalan kembali dikurangi masyarakat juga akan kesulitan membeli gas ukuran tersebut.
Dia menyontohkan, untuk kuota 50 tabung saja dalam tiga hari bisa habis. Itupun dia dijatah satu minggu sekali dan tidak bisa menambah stok meski sudah habis.
“Kalau dikurangi, jatahnya bisa lebih kecil lagi. Masyarakat akan terkena dampak dari pembatasan itu. Seharusnya tidak ada pengurangan lagi. Lah, kenapa dulu [minyak] diganti gas?” kritiknya.
Hal senada disampaikan Arifin, atau Pipin, pemilik pangkalan gas 3 kg di Kauman, Jogja. Setiap minggu, dia dijatah 600 tabung oleh agen PT. Lapatra Putra. Pipin, sapaan akrabnya, juga belum mengetahui rencana pembatasan tersebut.
Jika pembatasan tersebut dilakukan, Pipin memperkirakan akan terjadi kelangkaan tabung gas 3 kg sehingga merugikan konsumen. Pasalnya, selain langka harga jual gas tersebut akan melambung tinggi.
“Saya sudah mengantisipasi sejak dini terkait penyebaran kuota tabung gas yang dimilikinya. Jadi biar merata. Kalau ada yang mengambil banyak, semisal 40 tabung, saya beri 20 tabung saja,” katanya.
Harga tabung gas 3 kg dari agen ke pangkalan sebesar Rp12.750 per tabung. Adapun harga jual di tingkat pengecer bervariasi antara Rp13.000, Rp14.000 hingga Rp15.000 pertabung. Bahkan, di beberapa pengecer harga pertabung saat ini dijual Rp16.500.
“Iya, antara satu toko beda harga. Ada yang jual Rp16.500 di Nologaten, Sleman,” tukas Kunti pemilik warung makan di Gaten, Depok, Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.