Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
GUNUNGKIDUL-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menemukan berbagai jenis makanan yang mengandung zat berbahaya di Pasar Argosari Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Kamis (23/5).
Saat petugas melakukan pengujian menggunakan "rapid test" atau tes cepat terhadap beberapa makanan ringan seperti kue mangkok dan kukus, dan terbukti kedua makanan tersebut mengandung Rhodamine B.
Selain menguji makanan basah, petugas juga mengambil contoh makanan ringan kering seperti, ketela goreng kering dan klanting, untuk dibawa ke laboratorium.
"Kami akan mengintensifkan inspeksi mendadak dan sosialisasi bahan makanan yang berbahaya di seluruh pasar tradisional di DIY. Setidaknya ada lima pasar menjadi sasaran sosialisasi,"kata Kepala BBPOM DIY Abdul Rahim di Gunung Kidul dalam acara sosialisasi "Pasar Bebas Bahan Berbahaya" di Pasar Argosari, Wonosari, Kamis.
Untuk itu, BBPOM DIY melakukan sosialisasi mengenai bahan-bahan berbahaya kepada warga, pedagang dan pengelola pasar.
"Sosialisasi yang dilakukan terkait peredaranan makanan yang mengandung bahan berbahaya bisa diminimalisasi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
12 dampak kesehatan konsumsi santan berlebihan, mulai dari kolesterol hingga obesitas, serta cara aman menikmatinya.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.