Pemkab Kulonprogo Bentuk Forum Kerukunan Umat Beragama

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Senin, 27 Mei 2013 13:44 WIB
Pemkab Kulonprogo Bentuk Forum Kerukunan Umat Beragama

http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/27/pemkab-kulonprogo-bentuk-forum-kerukunan-umat-beragama-410430/kulonprogo-logo-kabupaten" rel="attachment wp-att-410431">http://images.harianjogja.com/2013/05/kulonprogo-LOGO-kabupaten.jpg" alt="" width="360" height="259" />KULONPROGO-Pemerintah Kabupaten Kulonprogo membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama untuk menjaga integrasi bangsa dalam menuwujudkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Senin (27/5) mengajak kepada semua masyarakat senantiasa bersyukur dan selalu bersatu dan hidup rukun sesama masyarakat.

"Kerukunan antarumat beragama bagi bangsa Indonesia sangat penting. Sebab, kerukunan umat beragama merupakan pilar yang sangat vital untuk mencapai kesejahteraan hidup di negeri ini," ucap Hasto.

Bupati mengajak kepada siapapun untuk selalu berbuat baik terhadap siapapun, apapun agamanya, bahkan kepada hewan sekalipun. Karena dengan berbuat baik akan jadi kunci sukses untuk mendapatkan suasana kerukunan.

Menurut dia, kunci kerukunan antarumat beragama ada satu yakni mencari persamaan dan dilaksanakan secara bersama-sama.

"Pasti ada 'intersection' atau kesamaan antaragama. Kebenaran tidak pernah bertentangan dengan agama apapun," ujarnya.

Ia mengatakan tugas yang akan dilaksanakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yakni melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi organisasi masyarakat keagamaan dan masyarakat, menyalurkan aspirasi organisasi masyarakat keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan Bupati.

Selain itu, tugas FKUB kedepan yakni melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat, dan memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah.

Ia mengatakan, saat dirinya ditugaskan di masyarakat Dayak Kalimantan, meskipun sebagian masih menganut animisme, tetapi saat dirinya berbuat baik kepada mereka, mereka juga membalas kebaikan tersebut dengan kebaikan pula.

"Ketika saya rawat mereka yang sedang sakit, mereka juga membalas dengan mengantarkan berbagai barang ketempat saya, bahkan mereka dapat ikhlas dan tidak menunjukkan bahwa dirinya yang membantu" tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online