Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Ilustrasi.dok
http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/10/proyek-jjls-hubungkan-bantul-gunungkidul-diusulkan-pembangunan-fly-over-414373/ilustrasi-jjls" rel="attachment wp-att-414375">http://images.harianjogja.com/2013/06/Ilustrasi-JJLS-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />
BANTUL-Pemkab Bantul mengusulkan pembangunan fly over Jalus Jalan Lintas Selatan (JJLS) untuk menghubungkan antara Bantul dengan Gunungkidul. Terjalnya medan jalan membuat pembangunan fly over menjadi sebuah kebutuhan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul Heru Suhadi menyatakan, JJLS tak dapat dibangun dengan jalan biasa di daerah perbatasan dengan Gunungkidul. Tepatnya di sekitar wilayah Jelapan, Desa Parangtritis, Kec. Kretek Bantul. Hal itu terjadi, karena medan jalan terlalu terjal. Bahkan sebelumnya DPU menyebut, beda ketinggian dengan lokasi lainya mencapai 100 meter.
Padahal menurut Heru, JJLS banyak diperuntukan bagi angkutan barang yang membawa muatan berkapasitas berat. Terjalnya jalan sepanjang sekitar tiga hingga empat kilometer bakal tak dapat dilalui kendaraan seperti truk.
“Keberadaan JJLS itukan bakal lebih untuk barang, kalau terjal truk nggak bisa lewat. Itu tinggi sekali,” kata Heru ditemui Senin (10/6/2013).
Dari hasil survei tim Pemerintah DIY dan Bantul menurut Heru, diusulkan beberapa opsi untuk memecahkan masalah tersebut. Yakni, dengan membangun terowongan atau membuat fly over untuk meminimalisir keterjalan jalan, dengan desain sedemikian rupa.
Bila dengan terowongan, dibutuhkan biaya banyak sebab harus membelah tanah atau tebing. Adapun pilihan ke dua berupa fly over menurut Heru lebih realistis.
“Kalau terowongan sama fly over lebih mahal terowongan. Kalau fly over bisa didesain bentuk jalanya dari awal agar tak langsung tinggi, jadi dinormalkan,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.