Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam 1 Gram Rp2,766 Juta
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
KULONPROGO - Sedikitnya 50 ton melon membusuk akibat terendam air hujan yang mengguyur kawasan Desa Banaran, Kecamatan Galur awal pekan lalu. Kerugian petani akibat musibah ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Markuat, Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya wilayah setempat mengatakan total lahan melon yang terendam seluas 70 hektare. Adapun umur melon yang membusuk itu sudah memasuki hari ke-35.
“Beratnya sudah mencapai satu kilogram. Kalau diitung-itung kerugiannya tentu sangat besar sekali, mencapai ratusan juta rupiah," ujarnya kepada Harian Jogja, Sabtu (15/6/2013).
Jika satu melon bobotnya satu kilogram berarti ada sekitar 50.000 melon yang gagal panen. Markuat memberikan kalkulasi, dalam 70 hektare lahan membutuhkan bibit sebanyak 2.800 kepek bibit. Padahal harga bibit per kepeknya mencapai Rp108.000.
“Itu belum tercakup biaya perawatan tanaman selama sebulan lebih ini. Kalau ditambahkan jelas kerugian lebih besar lagi,” tambahnya.
Menurutnya melon yang sudah terendam lebih dari tiga hari itu tidak bisa diselamatkan lagi. Pemilik lahan sempat berupaya menyelamatkan melon-melon itu dari rendaman air yang mengenang. Caranya dengan menyedot genangan air menggunakan pompa diesel. Hanya upaya itu sia-sia. Tidak berselang lama ketika petani melakukan penyedotan, hujan kembali mengguyur. Bahkan intensitasnya lebih deras dari sebelumnya.
“Malah setelah itu selama tiga hari wilayah sini diguyur hujan terus menerus,” lanjutnya.
Melihat kondisi melon sudah tidak bisa terselamatkan, para petani pun merasa pasrah. Mereka juga enggan untuk menyingkirkan melon-melon yang membusuk itu dari areal lahan.
Ribuan melon-melon yang masih menempel pada tangkai tanaman pun hanya berserakan di lahan yang terhampar luas itu.
“Biar saja melon yang membusuk itu tetap di situ. Hal itu sudah biasa, justru nanti kalau sudah benar-benar membusuk bisa jadi pupuk organik untuk kesuburan tanah," papar Sukijo, petani lain menambahkan terpisah.
Beruntungnya tanaman kedelai yang tumbuh bersebelahan dengan melon masih bisa terselamatkan. Rendaman air tidak sampai membuat busuk kedelai lantaran varietas itu memiliki daya tahan terhadap air yang lebih bagus ketimbang melon.
Sementara di kawasan Pesisir Trisik lahan melon yang ada selamat dari efek tingginya curah hujan yang mengguyur. Sejumlah petani di kawasan itu sudah memasuki pascapanen. Sementara air hujan juga tidak sampai menggenangi lahan sehingga melon tetap terhindar dari rendaman air.
Kerusakan tanaman melon juga terjadi di Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah. Di wilayah itu sedikitnya 40 lahan melon terendam air hujan. Namun tanaman masih belum berbuah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya