Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
JOGJA—Jumlah penerima Bantual Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di DIY mengacu pada data penerima beras untuk masyarakat miskin (Raskin). Total jumlah penerima BLSM di DIY mencapai 288.391 KK.
Kepala Kantor Pos Besar Jogja Felix Firmano mengatakan BLSM tersebut akan dicairkan dua tahap. Tahap pertama, Juli-Agustus akan dicairkan pada Sabtu (22/6/2013) di Kantor Pos Besar. Pemegang KPS, akan mendapatkan masing-masing Rp300.000 karena setiap bulan pemerintah hanya menjatah Rp150.000 untuk BLSM.
“Itu kick off pembayaran yang serentak dilakukan di 16 kota, termasuk Jogja, Solo dan Malang. Untuk Kota, kami baru melayani pemegang BLSM dari Gedongtengen sebanyak 1.091 KK. Untuk kecamatan lainnya, jadwal dan lokasinya masih kami susun,” kata Felix Kamis (20/6/2013).
Adapun pencairan tahap kedua September-Oktober akan dilakukan pada Senin (9/9/2013) mendatang. Secara teknis, proses pencairan sama. Pemilik KPS datang dan menyerahkan kartu, menerima dana BLSM. Kemudian, kartu dibaca card reader untuk laporan ke pusat.
”Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak, baik muspida, TNI dan Polri untuk pengamanannya,” ujarnya.
Pihaknya mengaku sudah melakukan simulasi pencairan dana BLSM. Dalam satu jam, petugas bisa menyalurkan 200 orang pemegang KPS. Bila di Gedongtengen terdapat 1.091 pemegang KPS, maka empat petugas yang disediakan cukup bekerja lima jam saja.
Hal tidak jauh berbeda juga akan diterapkan di empat kabupaten lainnya di DIY. Kantor Pos menargetkan satu hari bisa melayani 500 hingga 700 pemegang KPS. Jumlah petugas penyesuikan dengan jumlah pemegang KPS. TNI-Polri kami libatkan dalam pengamanan.
“Jadi, yang datang harus benar-benar warga pemegang KPS, sesuai wilayah dan jadwal yang ditentukan,” tukasnya.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti yang ikut membahas masalah itu, berharap agar penyaluran dan pencairan BLSM tidak menimbulkan persoalan di masyarakat. “Kami berharap, tidak ada kericuhan dalam pembagian BLSM itu. Pemerintah di daerah hanya menyalurkan dana yang dikirim dari pusat. Nanti ada pos pengaduan yang kami sediakan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Kekeringan mengintai Jateng dengan 14 daerah berstatus Awas. BMKG memprakirakan curah hujan rendah hingga akhir September 2026.
Polri menelusuri aliran dana di balik kasus 72 tersangka pembakar hutan di Sumatra dan Kalimantan dengan menggandeng PPATK.
Seluruh wilayah DIY masuk kategori awas karhutla pada 23-29 Agustus 2026. BMKG meminta masyarakat mewaspadai kebakaran saat musim kemarau.
Kemenhaj membuka seleksi petugas haji 1448 H/2027 M mulai 25 Agustus 2026. Simak formasi, syarat, tahapan, dan jadwalnya.
Tahun ini, cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fatma Jati Kirana, siswi kelas XI D MAN 5 Sleman, yang terpilih sebagai anggota Pasukan 8 Paskibraka