KENAIKAN HARGA BBM : BLSM Munculkan Kecemburuan, Karena Tak Rata?

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 22 Juni 2013 05:15 WIB
KENAIKAN HARGA BBM : BLSM Munculkan Kecemburuan, Karena Tak Rata?

JOGJA-http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/22/kenaikan-harga-bbm-demo-mahasiswa-berlanjut-hingga-dini-hari-418465" target="_blank">Dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) belum lagi dikucurkan. Tapi di kalangan warga telah muncul kecemburuan.

Tri Rujiyanti, 48, warga RT09 RW02, Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen mengaku bersyukur mendapat kartu perlindungan sosial (KPS) empat hari sebelumnya.

Sebagai buruh cuci dengan penghasilan maksimal Rp300.000 per bulan, pencairan dana tersebut dapat mengurangi beban ibu empat anak itu.

“Anak saya empat, satu sudah menikah, satu orang putus sekolah, satu lagi baru lulus SMA kemarin. Yang terakhir, M. Adhitya Putra masih kelas 3 SD Gedongtengen. Nanti uangnya untuk beli seragam dan kebutuhan sekolah Adhit,” ujarnya Jumat (21/2013).

Tri mengatakan, penerimaan BLSM tersebut membuat dirinya tak nyaman lantaran ada sejumlah warga lain yang juga membutuhkan, tidak masuk dalam daftar penerima BLSM.

“Ya, kasihan juga. Bahkan ada yang datang tanya-tanya, kok mereka tidak dapat. Saya hanya bisa jawab, itu saya dapat dari Pusat. Nggak enak, soalnya yang tanya sudah sepuh,” tutur perempuan single parent itu.

Warga penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) mengaku pasrah atas kenaikan harga BBM. Bantuan BLSM yang diberikan atas kompensasi kenaikan BBM ditanggapi dengan senang hati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online