Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
http://www.harianjogja.com/?attachment_id=420458" rel="attachment wp-att-420458">http://images.harianjogja.com/2013/06/gerabah-PERAJIN-kasongan-antara.jpg" alt="" />BANTUL-Kalangan perajin gerabah di sentra kerajinan Kasongan Kabupaten Bantul, tidak terdampak dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Sejauh ini kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berdampak pada perajin, mereka juga menanggapi dengan wajar-wajar saja karena memang tidak berpengaruh yang signifikan," kata Koordinator UPT Kasongan Bantul, Suwarjo di Bantul, Kamis (27/6/2013).
Menurut dia, hingga saat ini pihaknya belum menerima keluhan dari perajin terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), bahkan menurut pengamatannya perajin umumnya juga belum menaikkan harga jual barang kerajinan.
"Hanya ada beberapa yang sudah menaikkan harga, namun ada juga yang sudah naik sebelum harga BBM naik, namun kenaikan harga masih wajar, mereka juga mempertimbangkan kalau harga naik tinggi justru pembeli turun," katanya.
Meski demikian, kata dia umumnya kenaikan harga kerajinan itu terjadi ketika ada transaksi dari pembeli yang diminta untuk mengirim ke luar daerah, karena harus ditambah dengan ongkos biaya transportasi yang juga naik.
"Kalau untuk penjualan langsung di shorum harga belum naik, namun kenaikan harga itu karena ada paket yang harus dikirim ke luar daerah, misalnya tujuan Jakarta sebelumnya Rp1,8 juta, dinaikkan menjadi Rp2 juta," katanya.
Menurut dia, segala bentuk antisipasi perajin terhadap kenaikan harga BBM itu termasuk batas maksimal kenaikan harga memang tidak ditentukan UPT, melainkan ditentukan masing-masing perajin sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat itu.
"Namun saya yakin jika ada kenaikan harga barang itu karena menyesuaikan dengan kebutuhan, karena perajin punya pertimbangan masing-masing," katanya.
Menurut dia, di sentra kerajinan Kasongan terdapat sebanyak 582 perajin dengan 230an shorum yang memproduksi berbagai kerajinan gerabah kualitas lokalan hingga ekspor, lima shorum diantaranya memproduksi skala besar.
Berbagai produk kerajinan gerabah yang dihasilkan di antaranya guci, patung dan berbagai kerajinan sebagai hiasan luar ruangan dengan berbagai model, hiasan juga motif pengembangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.