PROPOSAL BANTUAN INFRASTRUKTUR : 20.000 Proposal Ngantre di Pemkab Bantul

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Selasa, 09 Juli 2013 02:00 WIB
PROPOSAL BANTUAN INFRASTRUKTUR : 20.000 Proposal Ngantre di Pemkab Bantul

BANTUL—Pemkab Bantul kebanjiran proposal bantuan infrastruktur. Tercatat sekitar 20.000 proposal mengantre di Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Bantul.

Hingga pertengahan tahun ini, Pemkab Bantul telah menggelontorkan hampir Rp5 miliar dana stimulan berupa hibah dan bantuan sosial (bansos) ke masyarakat. Hibah merupakan bantuan dana yang digelontorkan kepada kelompok masyarakat untuk fasilitas umum.

Sedangkan bansos digelontorkan kepada rumah tangga perorangan untuk perbaikan infrasturktur rumah perorangan. Kepala Sub Bagian Percepatan Pembangunan Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Bantul Anwar Nur Fahrudin mengatakan, anggaran dana stimulan naik drastis dibanding tahun lalu.

Pada 2012, pemerintah hanya menggelontorkan sekitar Rp7,5 miliar dana stimulan. Tapi 2013, belum saja tutup tahun dana yang terserap sudah nyaris mencapai Rp5 miliar.

Bahkan Bagian Administrasi Pembangunan berencana mengusulkan tambahan dana senilai Rp5 miliar pada APBD Perubahan tahun ini. Bila dana tambahan tersebut disetujui, artinya untuk 2013, total dana stimulan yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp10 miliar.
“Itu yang kami usulkan lima miliar, mungkin realisasinya bisa saja tujuh miliar,” terang Anwar ditemui Senin (8/7).

Membengkaknya dana stimulan menurutnya karena melonjaknya pengajuan proposal bantuan. Baru pertengahan 2013 saja, sudah ada 12.000 proposal yang masuk. “Memang dibanding tahun lau jumlah proposal yang masuk naik,” kata dia.

Anwar menengarai, melonjaknya jumlah proposal bisa jadi dikarenakan tahun politik. Sebab sudah bukan rahasia lagi bila jelang pemilu banyak bantuan digelontorkan ke masyarakat. Ia pun mengakui, banyak proposal yang masuk ke lembaganya bersumber dari Anggota DPRD Bantul yang hampir semuanya maju menjadi caleg 2014.

“Jadi dari masyarakat ke dewan dulu, baru masuk ke sini. Padahal langsung ke sini juga bisa. Jadi proposal diajukan ke Bupati ditambah cq ke Bagian Adminitrasi Pembangunan," ujar dia.

Namun ia membantah mengistimewakan proposal yang disamapaikan lewat jalur anggota dewan. Ia mengklaim, cepat atau tidaknya pencairan dana proposal tergantung tanggal pengajuan bukan melalui siapa proposal tersebut disampaikan. Proposal yang masuk lebih dahulu akan diprioritaskan pencairannya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online