Bersedia Bubar, Demonstran BLSM Minta Uang Saku Rp4 Juta Pejabat Pemkab

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 18 Juli 2013 03:45 WIB
Bersedia Bubar, Demonstran BLSM Minta Uang Saku Rp4 Juta Pejabat Pemkab

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Unjuk rasa warga terkait karut marutnya pembagian Bantuan Langsung Smentara Masyarakat (BLSM) di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Rabu (17/7/2013) diwarnai aksi tidak terpuji.

Selain berlangsung panas, sejumlah pengunjuk rasa memaksa pejabat di Pemkab Gunungkidul merogoh koceknya membayari transportasi pengunjuk rasa.

Sejumlah pejabat seperti Kepala Biro Pusat Statistik Agus Handriyanto, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transigrasi Dwi Warno Widinugroho dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Syarif Armunanto dimintai uang sekitar Rp4 juta untuk membayar sopir dan sewa truk pengunjuk rasa.

Awalnya ratusan pengunjuk rasa yang datang dengan delapan truk dan dua buah mobil itu mengkritisi soal tidak tepatnya pembagian BLSM di Desa Serut, Kecamatan Gedangsari.

Mereka mendesak BPS dan pejabat di Pemkab Gunungkidul agar memasukkan nama warga untuk mendapatkan program pemerintah itu. Sayangnya di tengah-tengah aksi koordinator pengunjuk rasa Suyanto mengatakan kedatangannya dan warga dengan delapan truk yang mengangkut 600 warga dengan ongkos.

“Siapa yang akan membayar ongkosnya, Sanggupkah Pak Kepala BPS membayar para sopir,” imbuh Suyanto.

Tak pelak kata-kata Suyanto pun menyulut pengunjuk rasa lainnya mendesak Kepala BPS membayar ongkos truk Rp500.000. Pengunjuk rasa lainnya juga berteriak akan bertahan di Bangsal Sewoko Projo sebelum Kepala BPS memberikan uang.

Meski awalnya diam, Agus Handriyanto akhirnya menyanggupi setelah mendapat bisikan dari Kepala Bappeda Syarif Armunanto. “Oke saya bayarkan Rp500.000” kata Agus dengan nada tinggi.

Namun ternyata yang diminta pengunjuk rasa Rp500.000 tersebut setiap truk. Artinya Rp500.000 dikali delapan truk.

Agus pun terdiam, namun teriakan pengunjukrasa tak bisa diredam. Humas Pemkab dan Kepala Dinsosnakertrans pun tak berkesempatan bicara.
Agus pun menyanggupinya dengan memberikan uang kepada pengunjuk rasa, meski sempat meminjam kepada teman-temannya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online