PLN Siapkan PPA 30 Tahun untuk Serap Listrik Proyek PSEL
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Harian Jogja.com, SLEMAN - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyatakan status gunung api aktif Merapi masih tetap normal meskipun pada Senin (22/7/2013) pukul 04.15 WIB mengeluarkan embusan asap kuat.
"Hembusan kuat dengan tinggi asap 1.000 meter terjadi pada pukul 04.15 WIB dengan durasi 34 menit. Kejadian diawali dengan gempa vulkanik dangkal satu kali," kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Sri Sumarti di Yogyakakrta, Senin (22/7/2013).
Selain hembusan asap kuat, masyarakat di sekitar Gunung Merapi juga mendengar suara gemuruh keras dari arah gunung yang terakhir meletus pada 2012 itu.
Menurut Sri, kejadian-kejadian tersebut masih cukup normal bagi gunung api aktif seperti Merapi. "Untuk gunung api aktif, tentu ada aktivitas setiap saat. Jadi, kejadian seperti hembusan asap yang beberapa kali terjadi masih cukup normal," katanya.
Sri mengatakan, pascaletusan 2010 terjadi perubahan tipe Gunung Merapi sehingga saat ini kawah tidak sepenuhnya tertutup oleh kubah lava yang menyebabkan terjadi hembusan asap.
"Hembusan asap bisa terjadi setiap saat. Pada 15 Juli 2013 juga terjadi hal yang sama. Hembusan ini membawa abu dan pasir halus yang kemudian terbawa tiupan angin," katanya.
Pada hembusan yang terjadi Senin (22/7/2013), sejumlah wilayah yang mengalami hujan abu ringan berada di sisi selatan dan tenggara, seperti di Deles, Balerante, Glagaharjo, Cangkringan, Pos Pengamatan Kaliurang, Gamping dan jalan Megelang.
Namun, untuk pos pengamatan di sisi utara seperti Selo, Jrakah dan Babadan tidak melaporkan adanya hujan abu vulkanik.
Sri menambahkan, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) setiap pekan selalu melakukan evaluasi atas hasil pemantauan Gunung Merapi seperti aktivitas vulkanik dan kondisi fisik.
Deformasi Gunung Merapi juga belum menunjukkan perubahan signifikan. Pada erupsi 2010, terjadi perubahan signifikan dengan jarak tiga meter dalam 52 hari, pemantauan "tilt meter" juga tidak mengalami perubahan signifikan.
Suhu lapangan solfatara yang dipantau dengan kamera termal menunjukkan suhu mencapai 600 derajat celcius, namun juga tidak menunjukkan perubahan signifikan.
"Kami terus mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi atas kondisi Gunung Merapi. Pemantauan akan dilakukan secara intensif. Masyarakat juga perlu tetap waspada terutama di kawasan rawan bencana," katanya.
Mengenai pendakian, Sri merekomendasikan agar pendakian tidak dilakukan hingga puncak, namun hanya sampai di Pasar Bubrah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Korlantas Polri dan Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan ODOL melalui integrasi ETLE, RFID, dan WIM menjelang penerapan Zero ODOL awal 2027.
WMO memprediksi El Nino menguat pada Agustus-Oktober 2026 dan berpotensi memicu suhu di atas normal, kekeringan, banjir, serta kebakaran hutan.
BPS mencatat harga beras Juli 2026 naik di seluruh rantai distribusi. Beras premium di tingkat penggilingan melonjak 10,22 persen secara tahunan.
Kemarau membuat debit air sumur di Kokap, Kulonprogo menurun. Warga yang menggelar hajatan khitanan terpaksa meminta bantuan droping air.
Dewas KPK berkoordinasi memeriksa Setya Budi Dias, polisi yang bertugas di KPK dan menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan di Pemalang.