Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
An Afghan child sells raw meat in an improvised street shop in Kabul December 14, 2002. REUTERS/Radu Sigheti
Harian Jogja.com, BANTUL—Asosiasi Pedagang Daging Sapi Segoroyoso (APDSS) menolak rencana pemerintah mengimpor daging sapi menyusul mahalnya harga daging jelang Lebaran.
Ketua APDSS Ilham Ahmad menuturkan impor daging hanya akan merugikan peternak karena harga jual sapi lokal akan anjlok. Sementara harga daging sapi lokal juga bakal kalah bersaing dengan daging impor.
“Impor daging sapi tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan membuat peternak sapi dirugikan,” ujarnya, Sabtu (20/7/2013).
Sedianya kata Ilham, persoalan mahalnya harga daging karena stok ternak sapi di tingkat warga yang masih kurang. Penurunan jumlah ternak sapi menurut pantauan APDSS mencapai hingga 40%.
Jumlah itu berbeda dengan data yang dihitung Badan Pusat Statistik (BPS) dengan penurunan sapi pada 2011 hanya 30%. Dengan total jumlah sapi pada 2011 di DIY mencapai 315.000 ekor. Data yang tak valid tersebut justru dijadikan dasar pemeirntah mengimpor daging sapi.
“Kebijakan impor hanya solusi sementara harusnya pemerintah memikirkan solusi jangka panjang dengan melindungi peternak sapi lokal,” ungkapnya.
Terpisah, Sunardi. Salah satu pengurus APDSS mengatakan, meski harga daging saat ini naik, namun sebenarnya tak menguntungkan pedagang karena terjadi penurunan peningkatan. Justru kata dia pedagang masih ada yang rugi. “Permintaan menurun otomatis pendapatan turun,” tutur Sunardi.
Kenaikan harga justru dialami pedagang-pedagang nakal yang menjual daging gelonggongan. Sebab harga daging sapi dari paguyuban paling tinggi hanya Rp80.000 per kilogram. Namun oleh padagang nakal, mereka menjual sapi gelonggongan dengan harga Rp85.000 per kilogram. “Kalau digelonggong beratnya bisa naik, itu yang mereka ambil,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Kamis 21 Mei 2026 terjadi di Gejayan, Bantul, Gunungkidul, dan Sedayu akibat pemeliharaan PLN.
SIM keliling Sleman 21 Mei 2026 hadir di Polsek Cangkringan dan MPP, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Kebakaran Kantor Bupati Bulungan di Kaltara menyebabkan petugas damkar terluka terkena pecahan kaca saat proses pemadaman berlangsung.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Balai Kalurahan Siraman, Wonosari. Cek jadwal lengkap SIMMADE, SIMPITU, dan SIM Station.
Prakiraan cuaca DIY hari ini Kamis 21 Mei 2026, Kota Jogja, Sleman, dan Bantul berpotensi diguyur hujan petir.