BLSM : Di Gunungkidul Dana Dipangkas Rp75.000 untuk Beli Pasir Pembuatan Talut
One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diterima warga Dusun Pucung, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul dipangkas Rp75.000 untuk membeli pasir pembuatan talut.
Kepala Dusun (Kadus) Pucung, Suharto mengatakan kesepakatan tersebut dilontarkan oleh para penerima BLSM sendiri. Ia mengatakan dari 63 KK di Dusun Pucung, 23 di antaranya mendapatkan BSLM.
“Kalau di Pucung semua tepat sasaran. Tapi ada tiga orang yang sudan menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang juga dapat. Mereka sepakat untuk mengalihkan kepada yang lebih mampu,” papar dia kepada Harianjogja.com, Selasa malam (23/7/2013).
Suharto mengungkapkan, para warga datang padanya untuk bermusyawarah. Mereka berinisiatif untuk menyisihkan Rp75.000 dari BLSM yang diterima untuk dibelikan pasir. Menurut Suharto, pasir tersebut rencananya akan digunakan untuk membuat talut.
“Kalau itu memang sudah jadi keinginan warga saya juga hanya mendukung saja. Yang penting keputusan itu merupakan kesepakatan bersama,” imbuh dia.
Setiap tahun Dusun Pucung mendapatban bantuan semen dari Subermas. Tahun ini, Pucung mendapatkan bantuan 135 sak semen. Lantaran ada bantuan tersebut, warga bersepakat untuk membeli pasir sehingga bisa digunakan untuk membuat talut di wilayah Pucung sehingga tidak longsor. (Kusnul Isti Qomah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share