Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Harianjogja.com, BANTUL-Bambang Siswoyo, orangtua http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/20/siswi-meninggal-akibat-ospek-sultan-hb-perintahkan-penyelidikan-kematian-anindya-428609" target="_blank">Anindya Ayu Puspita, 16, siswi baru SMKN I Pandak, Bantul yang meninggal pada latihan baris-berbaris di sekolahnya, meyakini penyebab kematian putrinya bukan penyakit bawaan.
Bambang mengatakan putrinya meninggal gara-gara menjalani hukuman squat jump yang diperintahkan kakak kelasnya sebelum memulai latihan baris berbaris.
Ia juga kecewa dengan adanya kabar yang disampaikan Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Bantul bahwa kemungkinan tewasnya Anindya karena punya riwayat penyakit yang sama dengan saudara kembaranya yang telah lebih dahulu meninggal dunia.
“Anindya itu nggak punya riwayat penyakit apa-apa. Kemungkinan ia meninggal karena serangan jantung setelah dihukum itu. Yang sakit itu dulu saudara kembarnya karena ada gangguan pada otak,” katanya, Rabu (24/7/2013).
Memang lanjutnya, di dompet milik Anindya ditemukan kartu berobat. Namun itu hanya kartu periksa berobat rutin pada dokter keluarga dan hal biasa bila setiap orang memiliki kartu tersebut.
“Katanya, Polsek menemukan kartu berobat. Itu kartu berobat biasa. Memang Anindya minta rujukan mengobati noda bekas kena cangkerang [semacam cacar]. Itukan sakit biasa dan semua orang pasti pernah mengalami,” imbuhnya.
Bambang mempersilahkan berbagai pihak seperti polisi, DPRD hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meyelidiki kasus tersebut hingga terang fakta sebenarnya.
Meski dari pihak keluarga sudah ikhlas atau merelakan kepergian Anindya. http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/24/siswi-meninggal-akibat-ospek-kemendiknas-periksa-smk-1-pandak-430319" target="_blank">Pagi ini pihak Kemendikbud juga telah mengirimkan perwakilan ke SMKN I Pandak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.