Event Jogja Mei: TBY Gelar Tari Kontemporer Lintas Generasi
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Ilustrasi mobil patroli polisi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL— Polres Bantul memperketat patroli malam melalui patroli skala besar guna menekan aksi kejahatan jalanan yang masih meresahkan masyarakat. Penguatan pengamanan difokuskan pada akhir pekan saat aktivitas remaja di luar rumah meningkat.
Kapolres Bantul, Bayu Puji Hariyanto, mengatakan patroli skala besar menjadi langkah preventif sekaligus represif untuk mengantisipasi berbagai potensi kriminalitas, seperti tawuran, balap liar, hingga aksi klitih.
“Kami akan menggelar patroli skala besar pada malam hari untuk mencegah kejahatan jalanan. Khusus akhir pekan, kekuatan personel kami tambah,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Sasar Titik Rawan dan Kerumunan Remaja
Patroli difokuskan pada titik-titik rawan serta lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja pada malam hari. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bayu menegaskan, langkah ini bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan. Kepolisian juga memastikan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti mengganggu keamanan.
“Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan warga Bantul,” tegasnya.
Edukasi ke Sekolah Tekan Geng Pelajar
Selain patroli, Polres Bantul juga menggencarkan pendekatan edukatif dengan menyasar sekolah-sekolah. Polisi akan memberikan pemahaman kepada siswa terkait bahaya geng pelajar dan risiko hukum dari keterlibatan dalam aksi kriminalitas.
“Kami masuk ke sekolah, termasuk menjadi pembina upacara, untuk memberikan edukasi agar siswa tidak terlibat dalam geng yang mengarah ke kegiatan negatif,” jelasnya.
Gerakan Orang Tua Memanggil
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, menyebut pihaknya juga menggalakkan program Gerakan Orang Tua Memanggil untuk menekan kejahatan jalanan yang melibatkan remaja.
Melalui program tersebut, orang tua diminta memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB.
Menurut Rita, peran keluarga menjadi kunci utama dalam pencegahan. Kelengahan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari, berpotensi membawa dampak serius.
“Jangan sampai anak-anak kita justru menjadi korban atau pelaku kejahatan jalanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai risiko mengintai remaja yang berkeliaran hingga larut malam, mulai dari tawuran, balap liar, hingga potensi penyalahgunaan narkoba.
“Anak harus selalu diawasi, didampingi, dan dilindungi. Kami mengusung slogan Keluarga Nyaman, Bantul Aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.