Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar di Kabupaten Bantul mulai menemukan titik terang. Aparat kepolisian dari Polres Bantul telah mengamankan dua pelaku yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut, sementara lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Korban diketahui bernama Ilham Dwi Saputra (16), warga Pandak, Bantul. Ia meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja dalam insiden yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) malam di kawasan Lapangan Gadung Mlati, Pandak.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, AKP Achmad Mirza, mengungkapkan dua tersangka yang telah diamankan masing-masing berinisial BLP (18), warga Kretek, dan YP (21), warga Bambanglipuro.
“Perannya ikut memukuli korban secara langsung,” ujar Mirza saat ditemui di Mapolres Bantul, Rabu (22/4/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, aksi pengeroyokan tersebut diduga dipicu oleh konflik antarkelompok remaja yang berujung pada aksi balas dendam. Sebelum terjadi penganiayaan, korban sempat diinterogasi oleh para pelaku terkait dugaan keterlibatannya dalam suatu geng.
“Korban sempat ditanya apakah tergabung dalam geng tertentu. Karena tidak mengakui, salah satu pelaku mulai memukul dan diikuti oleh yang lain,” jelasnya.
Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan sebelum aksi kekerasan terjadi. Hingga kini, tim penyidik masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku secara detail.
Sementara itu, lima pelaku lain yang diduga terlibat masih dalam pencarian. Kepolisian memastikan upaya pengejaran terus dilakukan agar seluruh pelaku dapat segera ditangkap dan diproses hukum.
“Lima orang lainnya masih kami buru. Kami optimistis bisa segera mengungkap seluruh pelaku,” tegas Mirza.
Peristiwa tragis ini juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Ayah korban, Sugeng Riyanto, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, anaknya sempat dijemput oleh dua orang tak dikenal dari rumah sekitar pukul 22.00 WIB.
Ia menyebut kedua orang tersebut datang menggunakan sepeda motor dan mengajak korban keluar rumah. Sejak saat itu, korban tidak kembali dalam kondisi selamat.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian sekaligus pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua dan remaja, untuk lebih waspada terhadap pergaulan yang berpotensi memicu konflik kekerasan. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku lain agar segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan mengungguli Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.