Kasus Bocah SD di Sragen Diduga Pembunuhan, Polisi Selidiki TKP
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
Harianjogja.com, JOGJA-Sidang dengan agenda putusan hakim terhadap Marcel dkk terdakwa kasus penganiayaan disertai pembacokan anggota Kodim 0734/Jogja Sertu Sriyono disambut aksi demo di depan ruang persidangan Pengadilan Negeri Jogja, Senin (29/7/2013).
Puluhan orang yang mengatasnamakan elemen masyarakat Jogja Anti Premanisme ini menuntut majelis hakim memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada para tersangka.
Keempat tersangka dianggap sudah meresahkan masyarakat dan sepantasnya diberikan hukuman yang berat.
"Abdi negara saja (TNI) dianiaya dibacok, bagaimana dengan rakyat. Premanisme harus diberantas. Kalau tidak premanisme akan tumbuh," teriak koordinator aksi.
Jono, salah satu tukang becak yang ikut aksi menyatakan keberadaan premanisme sangat meresahkan. Sejak adanya premanisme penghasilannya menurun drastis. Ia berharap hakim memiliki hati dan memberikan hukuman yang berat.
Masyarakat yang mengaku dari berbagai elemen seperti tukang becak, dan buruh ini menyatakan siap menggalang kekuatan besar, melakukan langkah bersama, bahkan melakukan tindakan tersendiri jika putusan hakim nantinya tidak sesuai tuntutan mereka.
Adapun di dalam ruangan Pengadilan Negeri, sidang Marcel dkk masih berlangsung. Selain peserta aksi yang ikut memantau jalannya sidang, berbagai petugas baik TNI maupun POLRI juga terlihat menyaksikan serta mengamankan jalannya persidangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
BPN Kulonprogo kembali membayar uang ganti rugi Tol Jogja-YIA pada Juni 2026. Sebanyak 149 bidang tanah di Pengasih menerima UGR dengan nilai mencapai Rp248,86
Harga Pertamax naik signifikan. Simak cara cek status barcode Pertalite secara online, penyebab pengajuan ditolak, dan fungsi barcode dalam Program Subsidi Tepa
UGM mulai menerapkan penjenuhan cairan basa dengan air kapur di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Metode ini ditujukan untuk menekan bakteri Clostridium.
Ingin anak lebih mandiri? Simak enam kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan orangtua setiap hari untuk menumbuhkan tanggung jawab dan rasa percaya diri anak.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Tangguh di Padukuhan Kadipiro, Margodadi, Seyegan telah menerapkan metode bebas sangkar untuk ternak ayam mereka (cage free farm).