Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Harian Jogja/Gigih M. Hanafi Satu keluarga mudik menggunakan sepeda motor tampak melintas di jalan Laksda Adisucipto, Sleman menuju arah Jawa Tengah, Jumat (2/8). Meskipun berisiko tinggi, mudik menggunakan sepeda motor masih menjadi alternatif karena biayanya lebih murah dibandingkan menggunakan moda transportasi lain.
Harianjogja.com, JOGJA—Sampai dengan H-6 Lebaran (kemarin) lonjakan arus mudik belum terjadi di Jogja. Volume kendaraan terpantau masih normal.
Direktur Ditlantas Polda DIY Kombes Pol Bambang Pristiwanto mengungkapkan berdasarkan pantauan CCTV belum terjadi lonjakan volume kendaraan. Pemudik baik sepeda motor maupun mobil pribadi belum terlihat memasuki DIY.
“Semalam baru ada sekitar 20-an bus malam yang datang di Terminal Giwangan. Mereka mudik bareng, sudah diterima langsung Walikota dan sudah menuju daerah masing-masing. Kalau arus mudik masih normal, belum ada peningkatan volume secara signifikan,” ucap dia kepada Harianjogja.com Jumat (2/8/2013).
Lebih lanjut Bambang memperkirakan pemudik baru akan memasuki Jogja, hari ini Sabtu (3/8/2013). Sebab diperkirakan pemudik baru berangkat dari daerah masing-masing Jumat malam. Hal ini sehubungan dengan hari terakhir kerja yang memang baru jatuh Jumat ini.
“Mobil pribadi dan barang itu ada laporan 3 Agustus akan masuk Jogja,” ungkap dia.
Sampai saat ini, petugas juga belum menerima laporan adanya kecelakaan lalu lintas maupun tindakan kejahatan yang terjadi. Hanya saja berkaca pada mudik sebelumnya kecelakaan lalu lintas memang mengalami peningkatan. Bambang pun menghimbau semua pemudik untuk selalu mawas diri dan waspada disetiap jalan yang dilewati.
“Kami juga menghimbau pemudik sabar ketika melewati jalan-jalan di Jogja. Jogja sekarang padat, jadi ya harus sabar kalau memang ada antrian. Kami mencoba semaksimal mungkin agar tidak terjadi kemacetan,” terang Bambang.
Staf Humas Polresta Jogja, Hendra P juga mengungkapkan pada hari pertama operasi belum ada laporan kecelakaan lalu lintas maupun tindak kejahatan yang masuk. Hanya saja untuk tindak kejahatan di jalanan, pemudik setidaknya harus mengantisipasi jalanan sepi.
Jalan sepi ini umumnya jalan-jalan alternatif yang nantinya digunakan saat jalan-jalan utama padat. Namun untuk mengantisipasi kondisi jalan alternative juga sudah disiapkan pos-pos dan juga petugas keamanan.
"Selain di jalan pemudik juga harus berhati-hati di tempat wisata maupun pasar yang terkadang memang rawan pencopetan, dll," ungkap dia.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Widorisnomo juga menyatakan arus mudik masih terpantau normal. Berdasrkan pantauan CCTV diempat simpang yaitu Wirobrajan, Badran, Kantor Pos, dan Gondomanan belum terlihat peningkatan volume kendaraan. Kepadatan lalu lintas di Jogja masih seperti hari biasa. Di terminal Giwangan juga belum terlihat lonjakan penumpang.
“Kalau penumpang kereta api sudah mulai berdatangan, besok sepeda motor, dan bus besoknya lagi. Minggu kemungkinan sudah terlihat peningkatan colume kendaraan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Cara membatalkan langganan ChatGPT di web, iPhone, dan Android tanpa menghapus akun maupun riwayat percakapan.
Jadwal bola malam ini 25-26 Agustus 2026 menghadirkan Liga Champions, Al-Ettifaq vs Al-Nassr, serta Valencia vs Real Betis.
Sri Lanka gratiskan ETA turis bagi warga 40 negara termasuk Indonesia mulai 25 Mei 2026. Meski gratis, wisatawan tetap wajib mengurus ETA sebelum berangkat
Operasi udara TNI AU mempercepat pemadaman karhutla di Kalsel. Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH dikerahkan.
KRI Gajah Mada dijadwalkan tampil perdana pada HUT ke-81 TNI Oktober 2026 sebagai unsur sailing pass dan kapal VVIP.