KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Harianjogja.com-Lebaran adalah peristiwa yang dinantikan banyak orang. Semua orang ingin merayakan hari raya ini dengan penuh suka cita. Tapi sayangnya, pada Idulfitri kali ini karyawan shelter bus Trans Jogja dirundung cemas dan dag dig dug. Apa yang terjadi?
Seperti hari biasanya Adi Darmawan seorang karyawan halte bus Trans Jogja memulai pekerjaannya. Namun ia tampak gusar. Beberapa kali ia aktif berkomunikasi dengan rekan-rekannya. Sepertinya Adi ingin membagi kegusaran. Bapak satu anak ini ternyata gusar karena di tengah menyambut momen Lebaran ia mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan.
Sambil menunjukkan berita yang ditulis Harian Jogja beberapa waktu lalu, ia menceritakan kegusarannya. Pada pemberitaan itu dimuat Dinas Perhubungan DIY berencana akan merasionalisasi jumlah karyawan dan menggantikan dengan mesin. Sebagai salah satu bagian dari karyawan ia pun mengaku waswas.
"Ya takut kalau sampai itu terjadi. Kemungkinan terburuk sudah tidak dapat bekerja," ucap dia ditemui, Jumat (2/8/2013).
Bagaimana tidak gusar, penghasilan dari bekerja sebagai pegawai shelter Trans Jogja adalah penyokong utama kehidupan. Sebagai kepala keluarga penghasilannya memang yang utama.
Lima tahun sudah pria yang mengaku senang mendapat teman baru setiap pindah halte ini menempuh jarak Wonosari-Jogja untuk bekerja. Lelah dan risiko perjalanan tidak dihiraukan.
Bahkan belum lama ini ia juga rela meninggalkan sang istri dan buah hatinya karena harus indekos di Jogja. Kenaikan harga BBM meruntuhkan kekuatan tubuhnya menempuh jarak Jogja-Wonosari setiap hari. Semua ini dilakukan hanya demi menghidupi anak dan istri.
Namun kini pengabdian dan pengorbanannya selama sekitar lima tahun pun dipertaruhkan. Pria asli Wonosari, Gunungkidul ini belum dapat membayangkan jika nanti ia harus kehilangan pekerjaan yang sudah lima tahun menghidupi keluarga.
Hal yang sama juga dialami Ananta Marti Wijaya. Karyawan yang juga sudah bekerja selama lima tahun ini juga berharap Pemerintah memperhatikan nasib karyawan, terlebih yang sudah lama mengabdi.
Menjadi karyawan shelter Trans Jogja dahulu sangat tidak diminati. Banyak orang yang tidak mau menjadi karyawan. Namun dengan penuh perjuangan Ananta pun bertahan selama lima tahun sebgai karyawan kontrak.
Meski mengaku pasrah ia berharap Pemerintah Daerah melalui pihak terkait dapat memikirkan ulang rencana merasionalisasi karyawan. Sebab sebagian besar karyawan shelter bus Trans Jogja merupakan tulang punggung keluarga.
"Bagaimana yang suami istri kerja di sini seperti kami. Kalau dipecat semua mau makan apa, terlebih sekarang sudah ada anak. Semoga masih ada hati," harap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Cara membatalkan langganan ChatGPT di web, iPhone, dan Android tanpa menghapus akun maupun riwayat percakapan.
Jadwal bola malam ini 25-26 Agustus 2026 menghadirkan Liga Champions, Al-Ettifaq vs Al-Nassr, serta Valencia vs Real Betis.
Sri Lanka gratiskan ETA turis bagi warga 40 negara termasuk Indonesia mulai 25 Mei 2026. Meski gratis, wisatawan tetap wajib mengurus ETA sebelum berangkat
Operasi udara TNI AU mempercepat pemadaman karhutla di Kalsel. Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH dikerahkan.
KRI Gajah Mada dijadwalkan tampil perdana pada HUT ke-81 TNI Oktober 2026 sebagai unsur sailing pass dan kapal VVIP.