Rektor Unsoed dan Jejak Rp1,12 Miliar di PMB Jalur Mandiri
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Sejumlah warga menyalami Gubernur sekaligus Raja Yogyakarta, Sulta Hamengkubuwono X usai melaksanakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah di Alun-alun Utara, Jogja, Kamis (8/8). Hampir seluruh umat Islam Indonesia melaksanakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah jatuh pada Kamis 8 Agustus 2013.
Harianjogja.com, JOGJA—Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan warga (open house), Senin (12/8/2013) besok.
Di hari pertama masuk kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah DIY ini, open house akan digelar di bangsal Kepatihan.
Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Sekretariat Daerah DIY, Iswanto mengatakan acara akan dimulai pada pukul 09.00-12.00 WIB. “Tidak ada undangan khusus. Ini terbuka untuk umum,” kata Iswanto kepada Harian Jogja, Sabtu (10/8/2013).
Ia memprediksi acara itu akan dihadiri 2.000- 3.000 orang. Para tamu dapat menikmati hidangan masakan tradisional yang telah disediakan setelah sungkeman. Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Sultan serta Wakil Gubernur DIY, Pakualam IX juga dijadwalkan hadir.
Dua tahun sebelumnya, open house digelar di Pagelaran Kraton. “Suhu” yang memanas dengan tidak segera disahkannya Undang-undang Keistimewaan (UUK) oleh pemerintahan pusat saat itu membuat Sultan beserta para pendukungnya memindahkan open house ke Pagelaran Kraton.
Sultan, kata Iswanto, menghendaki open house itu dikembalikan lagi ke Bangsal Kepatihan setelah UUK itu disahkan pada akhir tahun kemarin.
Dengan dipindahkannya kembali, ia memprediksi tamu yang hadir tak banyak seperti dua tahun itu.
“Kalau dulu kan masih perlu dukungan-dukungan sehingga ketika diselenggarakan di Pagelaran tamunya cukup banyak,” ujarnya.
Menurut Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Jatiningrat, Penghageng Tepas Dwarapura Kraton, sungkeman dalam tradisi Kraton, dimaknai pemberian doa kepada Raja dan Gubernur agar selalu diberikan petunjuk lampah yang benar oleh Tuhan dalam menyejahterakan rakyatnya. “Mereka yang mendoakan ‘posisinya’ justru lebih tinggi dari pada Raja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
Jepang menghadapi panas ekstrem dengan kulkas manusia seharga Rp167 juta yang membantu pekerja mendinginkan tubuh dalam hitungan menit.
Threads menguji fitur transkripsi otomatis podcast yang memungkinkan pengguna membaca isi klip audio tanpa menyalakan suara.
DPRD Gunungkidul menuntaskan KUA-PPAS Perubahan 2026. Pendapatan daerah turun Rp50,65 miliar dan RAPBD harus segera dibahas.
Setelah Maulid Nabi 25 Agustus 2026, libur berikutnya baru Natal. Simak jadwal cuti bersama dan peluang libur empat hari.
Baterai iPhone cepat habis? Simak 15 cara menghemat daya mulai dari Mode Daya Rendah hingga mengatur aplikasi dan jaringan.