OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Harianjogja.com, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul akan merelokasi korban abrasi Pantai Samas, namun masih menunggu kesiapan warga.
Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, berdasarkan pendataan di lapangan, sedikitnya ada sekitar 75 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 150 jiwa yang bermukim di kawasan pesisir Samas.
Kendati demikian, kata dia, upaya relokasi masih menunggu kesiapan warga setempat, dan saat ini pihaknya baru dalam tahap melakukan sosialisasi karena ada pro dan kontra yang muncul di tengah masyarakat sekitar.
"Tahap pertama, kami sosialisasi dahulu karena ada pro dan kontra yang berkembang di tengah masyarakat. Kami perlu jelaskan potensi ancamannya ke depan bagaimana, jadi kami bersifat terbuka," katanya, Rabu (14/8/2013).
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, merekomendasi pemindahan tempat (relokasi) warga pesisir Pantai Samas yang menjadi korban abrasi pantai tersebut.
"Secara prinsip kami rekomendasikan BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] untuk merelokasi warga Samas secara bertahap mengingat ancaman abrasi yang makin cepat," kata Ketua Komisi A DPRD Bantul Agus Effendi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Satpol PP Bantul baru menyelesaikan satu kasus Tipiring hingga pertengahan 2026. KUHAP baru membuat proses penindakan perda menjadi lebih kompleks.
Harga minyak dunia melonjak mendekati US$96 per barel setelah serangan terbaru AS ke Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Iran mengklaim menyerang 18 aset militer AS di Kuwait dan Bahrain. Ketegangan Timur Tengah meningkat seiring memanasnya konflik Selat Hormuz.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 11 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
Kompas kiblat online QuranTime memudahkan penentuan arah kiblat secara akurat berbasis GPS tanpa aplikasi, cocok untuk perjalanan dan aktivitas harian.