Viral Koperasi Merah Putih Wonogiri di Tengah Hutan, Ini Faktanya
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kulonprogo meminta kasus data palsu guru honorer di wilayah ini tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Thomas Kartaya mengatakan semestinya persoalan tersebut tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
Ia menilai terjadi friksi antara para guru K-II dan pihak-pihak lain yang tidak ingin para guru tersebut menjadi PNS.
“Tapi itu cuma dugaan saya saja. Soal kebenarannya masih bisa ditelisik lagi. Tapi saya menilai semestinya ada solusi lain yang bisa diambil. Tidak perlu sampai penyelidikan ke polisi,” ungkap dia, Minggu (18/8/2013).
Solusi yang dimaksudkan oleh Thomas yakni semua guru honorer yang mengikuti verifikasi, menandatangani surat pernyataan bermaterai, semua data yang mereka kumpulkan sesuai dengan fakta.
"Jika terjadi sesuatu hal di kemudian hari, para guru honorer siap menerima konsekuensinya," tandasnya.
Kasus ini mencuat setelah Ketua Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Kulonprogo, Nur Aini, mengadu ke DPRD 16 Mei silam. Ia mengatakan para guru diminta untuk tidak melanjutkan proses verifikasi karena jika tetap nekad, BKD bakal melaporkan mereka ke polisi atas tuduhan pemalsuan data.
Tudingan tersebut kemudian dibantah BKD. Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Pengadaan BKD, Sri Agung, menjelaskan ada 266 GTT K-II yang mengikuti uji publik.
Dari jumlah tersebut, BKD kemudian memverifikasi 27 orang yang diadukan oleh masyarakat karena diduga ada ketidaksesuaian data administrasi seperti surat keputusan mengajar, serta absensi, dengan fakta di lapangan.
“Setelah mendapat pengaduan, kami kemudian melakukan verifikasi dengan memanggil pelapor pengaduan, kepala sekolah, rekan guru termasuk yang bersangkutan. Jika terbukti, nantinya berkas mereka akan kami kirim ke Jakarta dengan catatan ada dugaan ketidaksesuaian data,” ungkap dia.
BKD tidak pernah menyuruh para GTT untuk mundur dari pekerjaan mereka. BKD hanya menyarankan agar mereka yang datanya terindikasi tidak sesuai, sebaiknya mengundurkan diri dari proses K-II.
Polres Kulonprogo saat ini sudah menyelidiki termasuk meminta keterangan sejumlah pegawai di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sebagai instansi yang mengumpulkan data para guru dan mengirimkannya ke Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Pemkab Kulonprogo menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menjamin operasional layanan publik tetap berjalan setelah harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 p
Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta menggelar Sahid E World Cup 2026 Championship pada 21 Juni 2026. Turnamen PS3 ini menyediakan hadiah total Rp6 juta dan
Presiden Prabowo Subianto mengungkap mobil Maung produksi Pindad pernah mengalami kebocoran saat hujan deras dan berguncang di pegunungan. Meski demikian.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp1,34 triliun pada 2027 untuk mempercepat operasional 80.000 Kopdes Merah Putih dan pengembangan koperasi na
Taylor Swift tampil di premiere Toy Story 5, membawakan soundtrack baru dan menyebut film terbaru Pixar itu sebagai favoritnya dalam franchise Toy Story.