Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harianjogja.com, BANTUL- Terdakwa penembakan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIB Cebongan Sleman bakal divonis pada 5 September mendatang.
Letkol Joko Sasmito, Ketua Majelis Hakim yang mengadili persidangan berkas 1 dengan terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon (penembak empat tahanan Lapas), Serda Sugeng Sumaryanto dan Koptu Kodik di Pengadilan Militer II 11 Yogyakarta mengatakan, sidang bakal digelar Kamis (5/9) mendatang pukul 10.00 WIB.
Hakim, kata dia, butuh waktu dua minggu sejak sidang duplik yang berlangsung Kamis (22/8) untuk membuat dan menyampaikan putusan.
Menurut Joko pihaknya harus mengkaji dalam berbagai fakta persidangan dan pro kontra yang terjadi untuk membuat putusan seadil-adilnya.
"Tidak cuma terdakwa yang harus berdoa tapi kami juga berdoa supaya bisa membuat putusan yang seadil-adilnya," kata Joko di penghujung sidang dengan agenda duplik atau tanggapan terdakwa atau penasihat hukum ata replik yang disampaikan jaksa militer atau Oditur.
Persidangan berkas 2 juga menjalani masa putusan pada 5 September. Untuk persidangan berkas 4 bakal divonis pada 6 September. Adapun persidangan berkas 3 hingga berita ini dikirim masih belum diputuskan menunggu selesainya sidang penyampaian duplik.
Sementara pada persidangan Kamis (22/8/2013) ratusan massa pendukung Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kembali memblokir jalan Ring Road Timur, Banguntapan, Bantul sehingga mengganggu aktivitas warga yang hendak melintas di jalan tersebut. Massa juga berorasi dengan pengeras suara saat persidangan masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.