PAD Wisata Bantul Turun, Baru Rp8,4 Miliar hingga Mei 2026

Yosef Leon
Yosef Leon Jum'at, 22 Mei 2026 05:17 WIB
PAD Wisata Bantul Turun, Baru Rp8,4 Miliar hingga Mei 2026

Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul

Harianjogja.com, BANTUL—Kinerja sektor pariwisata di Kabupaten Bantul pada awal 2026 belum menunjukkan hasil maksimal. Hingga pertengahan Mei 2026, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor ini baru mencapai Rp8,4 miliar atau sekitar 29% dari target tahunan sebesar Rp29 miliar.

Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sudah menembus sekitar Rp10 miliar. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul karena menunjukkan adanya perlambatan di sektor andalan tersebut.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengungkapkan bahwa belum optimalnya capaian PAD dipengaruhi oleh fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan sejak awal tahun.

“Kalau sampai 17 Mei 2026 ini PAD wisata Bantul mencapai Rp8,4 miliar dari target Rp29 miliar,” ujarnya, Kamis (11/5/2026).

Ia menjelaskan, pada 2025 terdapat lebih banyak momentum libur panjang yang mendorong lonjakan kunjungan wisatawan. Sementara pada 2026, meski terdapat sejumlah libur akhir pekan panjang, dampaknya belum mampu mendongkrak pendapatan secara signifikan.

Selain faktor kalender libur, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih juga turut memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata. Hal ini membuat jumlah kunjungan ke destinasi wisata di Bantul masih tertinggal dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, Dispar Bantul tetap optimistis target PAD sebesar Rp29 miliar dapat tercapai hingga akhir tahun. Sejumlah strategi telah disiapkan, termasuk penguatan agenda event pariwisata pada semester kedua 2026.

Salah satu langkah yang diharapkan berdampak signifikan adalah rencana pemindahan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis ke 10 titik baru pada Juli mendatang. Kebijakan ini diyakini dapat mengoptimalkan penarikan retribusi wisata.

Selama ini, kawasan pantai selatan masih menjadi tulang punggung pariwisata Bantul. Destinasi seperti Parangtritis, Samas, dan Goa Cemara menjadi favorit wisatawan, terutama saat musim liburan dan akhir pekan.

Namun, pemerintah daerah mulai berupaya mengurangi ketergantungan pada wisata pantai. Pengembangan desa wisata dan sektor ekonomi kreatif kini terus didorong agar persebaran wisatawan lebih merata.

Strategi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan serta mendorong peningkatan belanja di sektor lokal.

“Potensi kunjungan pada pertengahan hingga akhir tahun masih besar, terutama saat libur sekolah dan libur akhir tahun,” kata Markus.

Dengan berbagai upaya tersebut, Bantul berharap tren kunjungan wisata bisa kembali meningkat dan target PAD 2026 dapat tercapai sesuai rencana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online