Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (7/5). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, BANTUL – Menjelang Iduladha 2026, aktivitas perdagangan hewan kurban di Kabupaten Bantul mulai mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah Kabupaten melalui DKUKMPP Bantul kini melakukan pemantauan intensif untuk memastikan distribusi hewan kurban berjalan lancar sekaligus mengukur dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan DKUKMPP Bantul, Zona Paramitha, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Fokus utama pemantauan adalah pergerakan pasar serta sumber pasokan hewan kurban, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Yang kami ukur nanti traffic-nya, dari skala ekonomi itu apakah ada peningkatan. Jadi serapan hewan itu apakah disuplai dari Bantul atau nanti dari luar daerah,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, tren peningkatan permintaan sudah terlihat sejak satu hingga dua bulan sebelum Iduladha. Namun lonjakan terbesar biasanya terjadi pada periode prepekan, yakni sekitar satu minggu menjelang hari raya.
“Kalau istilah orang Jawa itu prepekan, seminggu sebelum Iduladha pasti luar biasa peningkatannya,” tambahnya.
Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, aktivitas pasar hewan di Bantul dapat meningkat hingga 40–45 persen, sementara omzet pedagang naik sekitar 30 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa momen Iduladha memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat lokal.
Kambing Jadi Komoditas Paling Diminati
Dari sisi komoditas, kambing masih menjadi hewan kurban paling banyak dicari masyarakat Bantul, disusul sapi. Meski demikian, kebutuhan lokal belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh peternak daerah, sehingga pasokan tambahan masih didatangkan dari berbagai wilayah seperti Wonosobo, Purworejo, Purwokerto, hingga Jawa Timur seperti Jombang dan Jember.
“Mereka datang karena melihat peluang pasar. Naluri bisnisnya membaca kalau kebutuhan hewan di Bantul dan Jogja masih kurang,” jelas Zona.
Muncul Pedagang Musiman di Pinggir Jalan
Selain pasar hewan resmi, pemerintah juga mewaspadai kemunculan pedagang musiman atau pasar tiban yang biasanya muncul di sejumlah titik strategis seperti Jalan Bantul, Jalan Parangtritis, Jalan Imogiri, Jalan Wonosari hingga kawasan Ring Road.
Keberadaan pedagang ini dinilai turut memengaruhi harga dan distribusi hewan kurban di tingkat lokal, sehingga perlu pengawasan agar tetap tertib dan tidak mengganggu lalu lintas.
Konsumsi LPG Diprediksi Naik
Momentum Iduladha juga berdampak pada kebutuhan energi rumah tangga. DKUKMPP Bantul memperkirakan konsumsi LPG akan meningkat cukup tajam, seiring meningkatnya aktivitas memasak daging kurban di rumah.
Pemerintah daerah bahkan telah mengajukan tambahan kuota LPG sekitar 27–30 persen untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Kalau dulu beli tongseng jadi, sekarang banyak yang masak sendiri-sendiri di rumah,” kata Zona.
Dampak Ekonomi Meluas ke Berbagai Sektor
Selain peternak dan pedagang hewan, perputaran ekonomi juga dirasakan oleh sektor transportasi, logistik, hingga pelaku usaha kecil di sekitar pasar. Dengan tren peningkatan ini, Bantul diperkirakan kembali mengalami lonjakan aktivitas ekonomi signifikan selama momentum Iduladha 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.