Memetri Kaistimewan DIY ke-14, Senam Lansia Digelar di Paseban Bantul
Senam bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan DIY dalam memperingati 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY.
Suasana pameran kendaraan listrik yang diselenggarakan Indomobil di Pakuwon Mall Jogja hingga 17 Mei 2026, Selasa (12/5/2026. Dokumentasi Istimewa)
Harianjogja.com, JOGJA - Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di DIY dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan. Sejumlah produsen dan distributor mobil listrik optimistis penjualan EV di Jogja bakal terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
CEO Indomobil Wahana, Santiko Wardoyo menyebut potensi pasar EV di Jogja sangat besar. Menurutnya, perkembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang semakin masif menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Sekarang listrik jauh lebih hemat. Biaya service juga lebih murah karena tidak ada oli dan biaya bahan bakarnya jauh lebih rendah,” katanya dalam pameran kendaraan listrik di Jogja, Selasa (12/5/2026).
Santiko mengungkapkan penjualan mobil listrik secara nasional mengalami lonjakan signifikan pada awal 2026. Jika dibandingkan periode Januari-Maret 2025, penjualan EV disebut meningkat hampir dua kali lipat.
Menurut dia, pasar kendaraan listrik saat ini paling banyak diminati pada segmen harga di bawah Rp500 juta. “Karena memang pasar paling besar ada di segmen itu,” ujarnya.
Ia menambahkan sebagian besar produk EV yang dipasarkan saat ini juga telah diproduksi di dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%. Sejumlah merek yang dipasarkan pihaknya antara lain Citroen, Aion, Maxus, VW ID.Buzz hingga Changan.
Selain itu, sejumlah merek juga mulai menawarkan garansi baterai seumur hidup dan layanan free service hingga lima tahun atau 160.000 kilometer. Santiko memastikan konsumen tidak perlu khawatir terkait daya tahan baterai kendaraan listrik karena teknologi terus berkembang.
“Customer enggak perlu khawatir masalah baterainya. Teknologi akan terus berkembang,” katanya.
Presiden Direktur Sumber Baru Group, Hendra Kurniawan menyatakan, penggunaan kendaraan listrik mampu menekan biaya operasional hingga 85% dibanding kendaraan berbahan bakar bensin.
Menurutnya, pengguna EV hanya perlu mengeluarkan biaya administrasi sekitar Rp200.000 per tahun untuk perpanjangan STNK karena kendaraan listrik masih mendapatkan insentif bebas pajak kendaraan.
“Kalau mobil bensin biaya pajaknya bisa Rp5 juta sampai Rp10 juta per tahun. EV hanya administrasi saja,” katanya.
Selain biaya operasional, biaya perawatan kendaraan listrik juga disebut lebih hemat hingga 75% lantaran servis kendaraan dilakukan lebih jarang dibanding mobil konvensional.
Dalam pameran tersebut, sejumlah kendaraan listrik premium dipamerkan mulai dari BYD Atto 3, Aion V, Hyptec, Changan Uni-K, Maxus Mifa 9 dan Mifa 7 hingga MG ES dan Voyah Dream. Beberapa unit diklaim memiliki jarak tempuh mencapai 500 kilometer hingga lebih dari 1.000 kilometer.
Pameran kendaraan listrik itu berlangsung di Pakuwon Mall Jogja hingga 17 Mei 2026 dan menghadirkan berbagai promo mulai dari free wall charging, portable charging, kaca film eksklusif hingga hadiah sepeda motor listrik bagi konsumen yang melakukan transaksi selama pameran berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Senam bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan DIY dalam memperingati 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY.
Indonesia membuka peluang dwi kewarganegaraan terbatas. Kenali 7 negara yang mengizinkan warga memiliki kewarganegaraan ganda.
Iran merespons klaim Trump soal Selat Hormuz dengan menandai California sebagai wilayah baru Republik Islam Iran
DPRD Gunungkidul memperkuat keterbukaan informasi publik melalui digitalisasi JDIH agar produk hukum mudah diakses masyarakat.
BKD DIY mencatat hanya satu guru PPPK paruh waktu. Statusnya berpeluang berubah menjadi penuh waktu mulai 2027
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta ditargetkan memberi dampak ekonomi Rp792 miliar. Simak jadwal dan program pendukungnya.