131 Kg Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Bantul, Ancam Ikan Lokal
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mencantumkan tarif dan harga layanan secara transparan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 guna mencegah praktik harga nuthuk yang merugikan wisatawan.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/100.3.4/02516 tentang penyelenggaraan kegiatan pariwisata saat Nataru 2025 yang telah disosialisasikan kepada pelaku wisata.
Selain mencantumkan harga, Dispar Bantul juga membuka kanal pengaduan bagi wisatawan yang merasa dirugikan. Laporan dapat disampaikan melalui media sosial resmi Jelajah Bantul maupun surat elektronik Dispar Bantul.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bantul, Endri Astuti mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor B/100.3.4/02516 tentang penyelenggaraan kegiatan pariwisata saat Nataru 2025. SE tersebut telah disebarkan kepada para pelaku wisata di Bantul.
“Kami meminta pelaku wisata mencantumkan ketentuan yang jelas, termasuk tarif dan harga produk maupun layanan usaha jasa pariwisata selama libur Nataru,” kata Endri, Sabtu (13/12/2025).
Endri menegaskan, Dispar juga membuka kanal pengaduan bagi wisatawan yang merasa dirugikan. Wisatawan dapat melaporkan melalui media sosial Instagram dan X di akun @jelajahbantul.id, Facebook Telisik Bantul, atau melalui email [email protected].
“Jika wisatawan mengalami kondisi yang tidak menyenangkan, silakan langsung melapor ke kanal media kami,” ujarnya.
Selain itu, wisatawan diimbau selalu meminta bukti pembayaran, baik di tempat pemungutan retribusi (TPR) maupun kepada pengelola destinasi dan pelaku usaha jasa pariwisata. Dispar juga menyiagakan petugas di lapangan untuk membantu jika terjadi kendala.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan intensitas kunjungan wisata ke Bantul dipastikan meningkat menjelang Nataru, terutama ke kawasan pantai. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
“Saya menyerukan kepada seluruh warga Bantul agar Nataru ini dijalankan dengan cara yang baik, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan, khususnya bagi wisatawan,” ujar Halim.
Halim juga mengimbau agar tidak ada perayaan berlebihan selama libur Nataru, mengingat masih banyak wilayah di Indonesia yang tengah dilanda bencana alam.
“Di tengah suasana duka nasional, saya minta tidak ada pesta-pesta berlebihan. Lakukan kegiatan positif dan hindari tindakan yang merugikan, seperti menyalakan petasan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 131 kg ikan sapu-sapu dibasmi di Rawa Kalibayem Bantul untuk menjaga ekosistem dan melindungi ikan lokal dari spesies invasif.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan