OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/29/harga-kedelai-melambung-bulog-angkat-tangan-442225">Meski harga kedelai saat ini cukup tinggi, tidak ada petani di Gunungkidul yang menanam kedelai karena dilanda musim kemarau.
Narto Suwito, ketua kelompok tani di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari mengatakan saat ini hampir tidak ada petani di wilayah itu yang menanam kedelai.
“Selama musim kemarau tidak ada petani yang menanam kedelai. Walaupun ada, paling hanya beberapa saja di wilayah yang ada airnya” kata dia, Rabu (28/8/2013).
Menurut Narto, tidak hanya tanaman kedelai yang tidak bisa ditanam di musim kemarau, melainkan semua tanaman. Saat ini ada 120 petani yang satu kelompok dengan Narto membiarkan ladangnya tanpa ditanami. “Mau ditanami ya percuma pasti mati, tidak ada juga saluran irigasi,” ucap Narto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Alwi Farhan singkirkan Lee Chia Hao dua gim langsung ke semifinal Australian Open 2026. Rehan/Gloria tersingkir, Alwi jadi harapan terakhir Indonesia di Sydney.
Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Semugih, Kapanewon Rongkop dengan tersangka GS asal Tambakromo, Ponjong.
Putri Bajrakitiyabha Thailand meninggal dunia usia 47 tahun setelah koma tiga tahun, memunculkan sorotan suksesi kerajaan.
Sepuluh saksi kasus dugaan korupsi CSR BI dan OJK mangkir dari panggilan KPK, penyidikan masih berjalan sejak 2024.