Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Harianjogja.com, JOGJA—Pertumbuhan hotel di DIY beberapa tahun terakhir membuat persaingan hotel kian ketat. Kondisi tersebut membuat posisi hotel melati di DIY makin terhimpit.
Guna membuat hotel melati mampu bersaing, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mendorong hotel melati untuk melakukan modernisasi dalam hal pengelolaan, terutama di sisi pemasaran.
Ketua PHRI DIY Istidjab M. Danunegoro mengatakan, saat ini hotel nonbintang masih cenderung pasif. Akibatnya, hotel nonbintang kalah bersaing dalam hal menggaet tamu.
"Kami dorong hotel-hotel nonbintang untuk mulai memodernisasi pengelolaan hotel-hotelnya, khususnya dalam hal pemasaran," ujar Ketua PHRI DIY, Istidjab M Danunegoro, belum lama ini.
Upaya modernisasi yang sebaiknya dilakukan oleh hotel-hotel melati atau nonbintang yakni memaksimalkan pemasaran kamar hotel melalui internet atau booking kamar secara online. "Jadi jangan hanya pasif menunggu tamu," kata dia.
Bukan hanya dalam hal cara memasarkan kamar hotel, modernisasi juga sebaiknya dilakukan dari sisi sumberdaya manusia. Menurut Istidjab, sumber daya hotel nonbintang selama ini juga masih seadanya.
"SDM juga harus dibekali pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya dalam melayani tamu hotel," kata dia.
Menurut dia, PHRI melakukan beberapa upaya untuk mendorong hotel nonbintang agar tetap eksis. Istidjab mengaku PHRI sudah berkoordinasi dengan hotel-hotel nonbintang.
"PHRI siap membantu dan memfasilitasi. Jumat (30/8) kami ada pertemuan dengan gabungan hotel nonbintang untuk membahas hal itu," tambah dia.
Menurut Istidjab, jika masih menggunakan cara-cara tradisional, dikhawatirkan akan semakin banyak hotel melati di DIY yang semakin terpuruk. Dia menambahkan melihat persaingan saat ini, hotel-hotel melati jangan hanya mengeluh, namun harus mencari cara agar bisa menggaet tamu. "Harus ada action jangan cuma ngeluh," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.