Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Harianjogja.com, JOGJA—Pertumbuhan hotel di DIY beberapa tahun terakhir membuat persaingan hotel kian ketat. Kondisi tersebut membuat posisi hotel melati di DIY makin terhimpit.
Guna membuat hotel melati mampu bersaing, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mendorong hotel melati untuk melakukan modernisasi dalam hal pengelolaan, terutama di sisi pemasaran.
Ketua PHRI DIY Istidjab M. Danunegoro mengatakan, saat ini hotel nonbintang masih cenderung pasif. Akibatnya, hotel nonbintang kalah bersaing dalam hal menggaet tamu.
"Kami dorong hotel-hotel nonbintang untuk mulai memodernisasi pengelolaan hotel-hotelnya, khususnya dalam hal pemasaran," ujar Ketua PHRI DIY, Istidjab M Danunegoro, belum lama ini.
Upaya modernisasi yang sebaiknya dilakukan oleh hotel-hotel melati atau nonbintang yakni memaksimalkan pemasaran kamar hotel melalui internet atau booking kamar secara online. "Jadi jangan hanya pasif menunggu tamu," kata dia.
Bukan hanya dalam hal cara memasarkan kamar hotel, modernisasi juga sebaiknya dilakukan dari sisi sumberdaya manusia. Menurut Istidjab, sumber daya hotel nonbintang selama ini juga masih seadanya.
"SDM juga harus dibekali pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya dalam melayani tamu hotel," kata dia.
Menurut dia, PHRI melakukan beberapa upaya untuk mendorong hotel nonbintang agar tetap eksis. Istidjab mengaku PHRI sudah berkoordinasi dengan hotel-hotel nonbintang.
"PHRI siap membantu dan memfasilitasi. Jumat (30/8) kami ada pertemuan dengan gabungan hotel nonbintang untuk membahas hal itu," tambah dia.
Menurut Istidjab, jika masih menggunakan cara-cara tradisional, dikhawatirkan akan semakin banyak hotel melati di DIY yang semakin terpuruk. Dia menambahkan melihat persaingan saat ini, hotel-hotel melati jangan hanya mengeluh, namun harus mencari cara agar bisa menggaet tamu. "Harus ada action jangan cuma ngeluh," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.