Bank di DIY Belum Naikkan Bunga

Senin, 02 September 2013 13:20 WIB
Bank di DIY Belum Naikkan Bunga

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)

Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin yakni dari 6,5% menjadi 7% dianggap sebagai bentuk relaksasi keuangan dari pemerintah sebagai respon dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jogja Arief Budi Santoso, Jumat (30/8/2013) berpendapat kebijakan tersebut memang harus diambil untuk memperkuat berbagai kebijakan yang telah diambil pemerintah menghadapi menguatnya dolar beberapa pekan ini.

"Kenaikan BI Rate tersebut dilakukan untuk meredam tekanan bagi keuangan Indonesia akibat melemahnya nilai tukar dan ternyata responnya cukup positif, dimana IHSG langsung menguat," ujarnya, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, menurut Arief, kenaikan BI Rate tersebut pasti akan memberikan dampak bagi industri perbankan secara nasional maupun di DIY.

"Dampaknya pasti akan ke suku bunga deposito, DPK juga pasti akan naik dan secara bertahap juga akan mempengaruhi kredit," kata dia.

Namun, dia menambahkan, kenaikan suku bunga dari bank tersebut berdasarkan struktur dana masing-masing bank dan juga kondisi bank tersebut. Pihak BI tidak akan melakukan imbauan kepada perbankan untuk menaikkan suku bunganya.

"Setiap bank pasti akan menghitung. Bisa saja ada yang tidak menaikkan, seperti yang naik menjadi 6,5 persen lalu, kan tidak semua bank menaikkan suku bunganya," tambah dia.

Untuk itu, pihaknya berharap agar kondisi tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perbankan di DIY. "Harapannya responnya tetap baik karena ini kan dilakukan untuk meredam krisis," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online