Usai Gelombang Tinggi, Bantul Larang Ada Bangunan di Sempadan Pantai
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Seorang warga saat mengikuti deteksi dini kesehatan jantung yang digelar di Padukuhan Suruh, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul pada Sabtu (15/8/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong RSUP Dr. Sardjito bersama Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) Cabang Jogja menggelar deteksi dini kesehatan jantung di Gunungkidul.
Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Jantung Sehat, Masyarakat Kuat itu berlangsung di Padukuhan Suruh, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (15/8/2026).
Asisten Humas RSUP Dr. Sardjito, Junediyono, mengatakan kegiatan tersebut digelar karena masih banyak kasus penyakit jantung yang belum diketahui sejak tahap awal.
"Angka prevalensi penyakit jantung sebesar 8,5 per mil di Indonesia. Sekitar sepertiga kasus kejadian penyakit jantung ini juga tidak terdeteksi," kata Junediyono.
Warga Diperiksa untuk Mengetahui Risiko Jantung
Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian masyarakat berupaya menemukan warga yang memiliki faktor risiko penyakit jantung. Temuan dari pemeriksaan diharapkan dapat menjadi langkah awal agar risiko penyakit dapat diminimalkan melalui penanganan dan perubahan pola hidup.
Dokter RSUP Dr. Sardjito sekaligus Wakil PERKI Cabang Jogja, Hendry Purnawasida Bagaswoto, menjelaskan sejumlah pemeriksaan diberikan kepada masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, tinggi badan, berat badan, rekam jantung, hingga konsultasi dengan dokter.
"Selain pemeriksaan, warga juga mendapatkan penyuluhan mengenai penyakit jantung dan berbagai faktor risiko penyerta," jelasnya.
Menurut Hendry, edukasi menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karena masyarakat perlu mengetahui faktor risiko penyakit jantung sejak dini. Warga juga didorong untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai penyakit jantung serta berbagai faktor risiko yang menyertainya.
Edukasi juga menekankan pentingnya mengenali tanda dan gejala awal serangan jantung. Pemahaman tersebut diharapkan membuat masyarakat dapat segera mencari pertolongan medis ketika gejala muncul.
Dengan penanganan lebih cepat, risiko komplikasi maupun kematian diharapkan dapat ditekan.
Masyarakat Padukuhan Suruh mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias hingga selesai. Kepala Dukuh Suruh, Lailatufitria, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan pemeriksaan dan edukasi kesehatan tersebut.
Ia berharap kegiatan tersebut semakin meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung sekaligus melakukan deteksi dini secara rutin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.