Mobil Listrik Kian Diminati di Jogja, Pajak Tahunan Hanya Rp200.000
Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di DIY dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan hemat
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY menyebut akan memaksimalkan program deteksi dini oleh guru di setiap Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Upaya ini dilakukan menyusul tingginya prevalensi penyakit jantung di wilayah ini dengan angka 1,67% atau sebesar 11.757 orang pada 2023 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie membenarkan bahwa prevalensi penyakit jantung di wilayahnya paling tinggi se Indonesia. Hanya saja Pembajun mengklaim bahwa data lima tahun terakhir atau 2018-2023 prevalensi penyakit itu menunjukkan tren yang menurun.
"Per 2023 memang tinggi se Indonesia prevalensi penyakit jantung DIY tapi kalau dilihat sejak 2018 trennya turun," ungkap dia, Rabu (7/8/2024).
Menurut Pembajun, penyakit jantung bisa diantisipasi dengan terapi sejak dini. Pihaknya pun menggencarkan program skiring jantung untuk anak sekolah lewat UKS. Namun, pada program skrining jantung anak sekolah itu Dinkes DIY baru menyasar murid perempuan.
"Murid perempuan kami jadikan sasaran karena banyak kasus kematian ibu melahirkan akibat penyakit jantung," katanya.
Dalam proses skrining itu Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah melalui UKS untuk dilakukan pemindaian kondisi kesehatan murid oleh guru. Guru kemudian melakukannya dengan data ceklis. begitu hasil ceklis keluar nantinya akan dikirim lagi ke Puskesmas dan dilakukan proses lebih lanjut.
Hanya saja Pembajun tidak merinci kabupaten kota mana saja yang punya jumlah kasus penderita penyakit jantung paling tinggi se DIY itu. Hal ini disebut dia untuk mencegah perspektif negatif terhadap wilayah tersebut, sehingga sajian data dilaporkan dalam bentuk persentase saja.
"Kami selalu bilang kalau kasus kesehatan yang terjadi di wilayah kabupaten kota berarti itu adalah kasusnya Pemda DIY juga dan harus ditangani bersama," katanya.
Menurutnya secara usia penderita penyakit jantung paling banyak di DIY rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Hanya saja dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu usia di bawah 45 tahun trennya juga sudah mulai naik yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.
"Masyarakat kami imbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, berhenti merokok, berhenti makan makanan berlemak, berhenti konsumsi alkohol dan rajin olah raga minimal 30 menit sehari," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di DIY dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan hemat
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.