Joging Track Paseban Hampir Rampung, Siap Diresmikan Awal Juli
Joging track Lapangan Paseban di Bantul hampir selesai dan ditargetkan rampung akhir Juni 2026. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang olahraga baru.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY menyebut akan memaksimalkan program deteksi dini oleh guru di setiap Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Upaya ini dilakukan menyusul tingginya prevalensi penyakit jantung di wilayah ini dengan angka 1,67% atau sebesar 11.757 orang pada 2023 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie membenarkan bahwa prevalensi penyakit jantung di wilayahnya paling tinggi se Indonesia. Hanya saja Pembajun mengklaim bahwa data lima tahun terakhir atau 2018-2023 prevalensi penyakit itu menunjukkan tren yang menurun.
"Per 2023 memang tinggi se Indonesia prevalensi penyakit jantung DIY tapi kalau dilihat sejak 2018 trennya turun," ungkap dia, Rabu (7/8/2024).
Menurut Pembajun, penyakit jantung bisa diantisipasi dengan terapi sejak dini. Pihaknya pun menggencarkan program skiring jantung untuk anak sekolah lewat UKS. Namun, pada program skrining jantung anak sekolah itu Dinkes DIY baru menyasar murid perempuan.
"Murid perempuan kami jadikan sasaran karena banyak kasus kematian ibu melahirkan akibat penyakit jantung," katanya.
Dalam proses skrining itu Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah melalui UKS untuk dilakukan pemindaian kondisi kesehatan murid oleh guru. Guru kemudian melakukannya dengan data ceklis. begitu hasil ceklis keluar nantinya akan dikirim lagi ke Puskesmas dan dilakukan proses lebih lanjut.
Hanya saja Pembajun tidak merinci kabupaten kota mana saja yang punya jumlah kasus penderita penyakit jantung paling tinggi se DIY itu. Hal ini disebut dia untuk mencegah perspektif negatif terhadap wilayah tersebut, sehingga sajian data dilaporkan dalam bentuk persentase saja.
"Kami selalu bilang kalau kasus kesehatan yang terjadi di wilayah kabupaten kota berarti itu adalah kasusnya Pemda DIY juga dan harus ditangani bersama," katanya.
Menurutnya secara usia penderita penyakit jantung paling banyak di DIY rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Hanya saja dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu usia di bawah 45 tahun trennya juga sudah mulai naik yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.
"Masyarakat kami imbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, berhenti merokok, berhenti makan makanan berlemak, berhenti konsumsi alkohol dan rajin olah raga minimal 30 menit sehari," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Joging track Lapangan Paseban di Bantul hampir selesai dan ditargetkan rampung akhir Juni 2026. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang olahraga baru.
Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional hingga 10.524 kilometer untuk memperkuat logistik dan konektivitas.
Layanan SIM keliling Kulonprogo kembali dibuka. Simak jadwal SIMMADE, Simenor, MPP, Satpas, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
BMKG memprediksi hujan ringan di sebagian besar DIY pada Sabtu 13 Juni 2026. Sleman perlu waspada karena berpotensi terjadi hujan petir.
Ketahui makanan dan minuman terbaik saat perut kosong di pagi hari serta jenis konsumsi yang sebaiknya dihindari agar pencernaan tetap sehat.
Layanan SIM keliling Gunungkidul kembali dibuka 13 Juni 2026. Simak jadwal, lokasi SIMMADE, SIMPITU, hingga syarat perpanjangan SIM.