KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY menyebut akan memaksimalkan program deteksi dini oleh guru di setiap Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Upaya ini dilakukan menyusul tingginya prevalensi penyakit jantung di wilayah ini dengan angka 1,67% atau sebesar 11.757 orang pada 2023 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie membenarkan bahwa prevalensi penyakit jantung di wilayahnya paling tinggi se Indonesia. Hanya saja Pembajun mengklaim bahwa data lima tahun terakhir atau 2018-2023 prevalensi penyakit itu menunjukkan tren yang menurun.
"Per 2023 memang tinggi se Indonesia prevalensi penyakit jantung DIY tapi kalau dilihat sejak 2018 trennya turun," ungkap dia, Rabu (7/8/2024).
Menurut Pembajun, penyakit jantung bisa diantisipasi dengan terapi sejak dini. Pihaknya pun menggencarkan program skiring jantung untuk anak sekolah lewat UKS. Namun, pada program skrining jantung anak sekolah itu Dinkes DIY baru menyasar murid perempuan.
"Murid perempuan kami jadikan sasaran karena banyak kasus kematian ibu melahirkan akibat penyakit jantung," katanya.
Dalam proses skrining itu Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah melalui UKS untuk dilakukan pemindaian kondisi kesehatan murid oleh guru. Guru kemudian melakukannya dengan data ceklis. begitu hasil ceklis keluar nantinya akan dikirim lagi ke Puskesmas dan dilakukan proses lebih lanjut.
Hanya saja Pembajun tidak merinci kabupaten kota mana saja yang punya jumlah kasus penderita penyakit jantung paling tinggi se DIY itu. Hal ini disebut dia untuk mencegah perspektif negatif terhadap wilayah tersebut, sehingga sajian data dilaporkan dalam bentuk persentase saja.
"Kami selalu bilang kalau kasus kesehatan yang terjadi di wilayah kabupaten kota berarti itu adalah kasusnya Pemda DIY juga dan harus ditangani bersama," katanya.
Menurutnya secara usia penderita penyakit jantung paling banyak di DIY rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Hanya saja dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu usia di bawah 45 tahun trennya juga sudah mulai naik yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.
"Masyarakat kami imbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, berhenti merokok, berhenti makan makanan berlemak, berhenti konsumsi alkohol dan rajin olah raga minimal 30 menit sehari," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
The Script akan konser di Jakarta pada 3 April 2027. Tiket presale mulai Rp650.000 dan dijual 21 Agustus 2026.
Realisasi belanja operasional Haji 2026 mencapai Rp17,92 triliun hingga Juli. Simak rincian penerimaan, pengeluaran, dan dampaknya.
Pemda DIY menyiapkan bantuan untuk NTT terdampak gempa, termasuk pangan, obat-obatan, donasi ASN, dan keringanan UKT mahasiswa.