Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY menyebut akan memaksimalkan program deteksi dini oleh guru di setiap Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Upaya ini dilakukan menyusul tingginya prevalensi penyakit jantung di wilayah ini dengan angka 1,67% atau sebesar 11.757 orang pada 2023 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie membenarkan bahwa prevalensi penyakit jantung di wilayahnya paling tinggi se Indonesia. Hanya saja Pembajun mengklaim bahwa data lima tahun terakhir atau 2018-2023 prevalensi penyakit itu menunjukkan tren yang menurun.
"Per 2023 memang tinggi se Indonesia prevalensi penyakit jantung DIY tapi kalau dilihat sejak 2018 trennya turun," ungkap dia, Rabu (7/8/2024).
Menurut Pembajun, penyakit jantung bisa diantisipasi dengan terapi sejak dini. Pihaknya pun menggencarkan program skiring jantung untuk anak sekolah lewat UKS. Namun, pada program skrining jantung anak sekolah itu Dinkes DIY baru menyasar murid perempuan.
"Murid perempuan kami jadikan sasaran karena banyak kasus kematian ibu melahirkan akibat penyakit jantung," katanya.
Dalam proses skrining itu Puskesmas akan berkoordinasi dengan sekolah melalui UKS untuk dilakukan pemindaian kondisi kesehatan murid oleh guru. Guru kemudian melakukannya dengan data ceklis. begitu hasil ceklis keluar nantinya akan dikirim lagi ke Puskesmas dan dilakukan proses lebih lanjut.
Hanya saja Pembajun tidak merinci kabupaten kota mana saja yang punya jumlah kasus penderita penyakit jantung paling tinggi se DIY itu. Hal ini disebut dia untuk mencegah perspektif negatif terhadap wilayah tersebut, sehingga sajian data dilaporkan dalam bentuk persentase saja.
"Kami selalu bilang kalau kasus kesehatan yang terjadi di wilayah kabupaten kota berarti itu adalah kasusnya Pemda DIY juga dan harus ditangani bersama," katanya.
Menurutnya secara usia penderita penyakit jantung paling banyak di DIY rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Hanya saja dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu usia di bawah 45 tahun trennya juga sudah mulai naik yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.
"Masyarakat kami imbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, berhenti merokok, berhenti makan makanan berlemak, berhenti konsumsi alkohol dan rajin olah raga minimal 30 menit sehari," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.