Chun Woo Hee Mengaku Sulit Mendapatkan Peran karena Merasa Dirinya Jelek
Artis Chun Woo He membuka You Quiz on the Block sebagai bintang tamu dan menceritakan mengenai kehidupan dan kariernya.
Harianjogja.com, SLEMAN - Terketuk ingin meringankan beban masyarakat dibidang medis, tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Diah Budiasih, Ditya Devale Rinenggo dan Raymond Win bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM Anggi Muhtar Pratama bereksperimen memanfaatkan limbah.
Tepatnya, limbah tulang sapi menjadi implan tulang manusia. Selama enam bulan melakukan penelitian, keempatnya berhasil membuktikan secara ilmiah jika implan tulang alternatif ini memiliki kualitas tinggi dan harga terjangkau.
"Latar belakang kami melakukan penelitian ini karena biaya operasi patah tulang mahal. Biaya mahal itu mayoritas disebabkan Indonesia belum memproduksi implan komersil sehingga harus impor dari Jerman," ujar Diah kepada Harian Jogja, baru-baru ini.
Adapun, insiden patah tulang terus meningkat seiring pertambahan angka kecelakaan lalu lintas. Fenomena ini yang akhirnya mendorong keempat sekawan berusaha mencari alternatif pembuatan implan.
Berdasarkan literatur medis, setidaknya ada dua bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai implan alternatif, yaitu cangkang telur dan tulang sapi. Keduanya dipercaya mengandung hidroksiapatit (HA) yang merupakan unsur tulang manusia. Penelitian menunjukkan senyawa tersebut dapat memicu regenerasi tulang.
Kendati demikian, keempatnya tidak ingin berhenti sampai di titik ini. Mereka ingin melakukan riset lebih lanjut demi mendapatkan senyawa yang mampu melakukan peluruhan lebih cepat dan optimal.
"Kami akhirnya memodifikasi HA dan tercipta biomaterial baru, yaitu biphasic calsium phosphate (BCP)," imbuh Vale.
Proses pengolahan implan alami ini dimulai dari pembersihan tulang sapi bagian paha yang memiliki kandungan porus alami. Kemudian materi tersebut direndam selama beberapa waktu dan diikuti pemasalan hingga suhu mencapai 1.300 derajat celsius.
Selanjutnya, tulang sapi itu dipotong dadu dengan ukuran satu centimeter. Material inilah yang akhirnya menjadi implan dalam mengatasi tulang patah.
Mereka melakukan pengujian dengan menanamkan implan itu ke dalam tubuh 20 tikus yang mengalami patah tulang. Usai pembedahaan dan pemasangan implan, setiap hari dipemantau perkembangan tikus-tikus tersebut.
Begitu melihat kondisi tulang tikus menunjukkan perkembangan positif atau sekitar 28 hari perawatan, para mahasiswa itu melakukan uji radiologis dan histologis.
Hasilnya, implan BCP itu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan implan komersil. Dengan kata lain, implan alami tersebut terbukti efektif membantu proses regenerasi tulang yang patah.
Muhtar menuturkan, meski material ini terbukti efektif mengatasi patah tulang, tetapi keempatnya belum dapat memproduksi implan alami secara massal atau mengujikan kepada manusia. Diperlukan penelitian dan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui reaksi imunitas implan BCP ditubuh manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Artis Chun Woo He membuka You Quiz on the Block sebagai bintang tamu dan menceritakan mengenai kehidupan dan kariernya.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.