IHSG Menguat Usai Data PDB, Saham DCII hingga AMMN Melonjak
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Penasehat hukum Kepala Dusun Sentolo Lor Djoko Santoso, yang sedang dicari polisi, membantah kliennya terlibat perjudian. Sebaliknya, Djoko memilih lari saat menggerebekan karena panik setelah beberapa polisi datang menyergap.
Penasehat Hukum yang ditunjuk keluarga, Bambang Heriarto mengatakan, sebelum penggerebekan judi, 26 Juni silam, kliennya dihubungi melalui telepon oleh Sutimin untuk datang ke lokasi. Sutimin bermaksud meminjam uang dari Djoko sebesar Rp2 juta.
Menurut Bambang, Djoko sendiri kaget saat datang di rumah Sutimin sudah banyak orang. Dia kemudian menyerahkan uang Rp1 juta dengan jaminan sepeda motor.
“Tiba-tiba datang beberapa polisi melepas tembakan. Karena panik, Djoko ikut lari loncat ke sungai, dan kaki kanannya patah,” kata Babang, Senin (16/9).
Dia menjelaskan, pengakuan terdakwa yang tertangkap menyebut Djoko tidak ikut berjudi. Selain itu, pemeriksaan di persidangan dan pernyataan bersama para terdakwa memastikan Djoko sama sekali tidak ikut berjudi. “Ini membuktikan bahwa klien kami tidak terlibat kasus itu,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah mengalahkan Mikaela Joy De Guzman 21-12, 21-6.
Polsek Semin masih menyelidiki kasus pembuangan bayi di Kemejing, Gunungkidul. Enam saksi telah diperiksa, sementara bayi dirawat di LPKA An Nur Srimpi.
MotoGP 2027 akan memakai mesin 850cc dan memangkas aerodinamika. Guenther Steiner menilai perubahan ini bisa membuat balapan semakin ketat.
RSUP Dr Sardjito mengirim tujuh tenaga medis ke RSUD Bajawa, NTT, untuk membantu penanganan korban gempa dan memperkuat layanan kesehatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kini memiliki sistem yang berfungsi layaknya alarm untuk mengingatkan perangkat daerah agar tidak terlambat menarik anggaran