Manunggal Fair Kulonprogo 2026 Digelar Tanpa Pakai APBD

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Senin, 05 Oktober 2026 06:37 WIB
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 Digelar Tanpa Pakai APBD

Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang. /Instagram.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Manunggal Fair 2026 di Alun-Alun Wates, Kulonprogo, mencatat lebih dari 100 ribu pengunjung hingga hari ketujuh pelaksanaan. Kegiatan dalam rangkaian Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulonprogo itu digelar tanpa menggunakan dana APBD.

Penyelenggaraan sekaligus pendanaan Manunggal Fair 2026 menjadi tanggung jawab Perumda Aneka Usaha Kulonprogo melalui kerja sama dengan Pemkab Kulonprogo.

"Penyelenggaraan Manunggal Fair tahun ini tidak menggunakan APBD Kabupaten Kulonprogo. Seluruh biaya operasional menjadi tanggung jawab Perumda Aneka Usaha," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kulonprogo, Bambang Sutrisno kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Bambang menjelaskan kerja sama tersebut dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani pada 15 Juli 2026. Dalam kerja sama itu, Perumda Aneka Usaha bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan pendanaan kegiatan.

Sementara itu, Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Kominfo berperan dalam koordinasi, pengawasan, komunikasi lintas perangkat daerah, serta penyebarluasan informasi.

Manunggal Fair Dorong Perputaran Ekonomi

Bambang mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang membuat rangkaian Manunggal Fair berjalan tertib dan meriah. Ia juga mengingatkan panitia agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berakhir dengan baik.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebersihan dan ketertiban kawasan Alun-Alun Wates hingga seluruh kegiatan selesai.

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Kulonprogo, Muhammad Nasta'in, mengatakan Manunggal Fair 2026 diselenggarakan dengan semangat kemandirian.

"Kita berdiri di kaki sendiri dengan cara berkolaborasi, bersinergi, serta menjaga efisiensi agar kegiatan tetap meriah," katanya.

Menurut Nasta'in, keberadaan Manunggal Fair tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat.

Pelaku UMKM, pedagang, pengelola wahana, dan pelaku usaha lainnya menjadi kelompok yang diharapkan mendapat manfaat dari kegiatan tersebut.

Gebyar UMKM Libatkan 125 Pelaku Usaha

Dalam rangkaian Manunggal Fair, Pemkab Kulonprogo turut menggelar Gebyar UMKM yang melibatkan 125 pelaku usaha.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kulonprogo, Iffah Mufidati, menjelaskan sebanyak 101 pelaku usaha bergerak di bidang olahan makanan dan minuman. Sementara 24 pelaku usaha lainnya bergerak di bidang fashion, craft, dan aksesori.

"Konsep yang kita usung adalah mengangkat potensi lokal, salah satunya sentra bambu yang kita gunakan dalam dekorasi. Selain itu, kita juga mengangkat panganan tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda," jelas Iffah.

Gebyar UMKM tidak hanya menjadi ruang promosi produk. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.

Sejumlah kegiatan digelar dalam Gebyar UMKM, antara lain talk show pemberdayaan UMKM, live cooking, fashion show batik, edukasi keamanan transaksi digital, dan business matching.

Melalui business matching, pelaku UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan produknya kepada jaringan toko oleh-oleh. Skema tersebut membuka peluang pemasaran produk Kulon Progo ke pasar yang lebih luas.

Perguruan Tinggi Diharapkan Dampingi UMKM

Iffah berharap perguruan tinggi dapat terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM di Kulon Progo.

"Harapannya, perguruan tinggi melalui lembaga pengabdian masyarakatnya dapat terus membersamai UMKM kita melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing," ujarnya.

Dengan konsep tersebut, Manunggal Fair 2026 tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, Perumda Aneka Usaha, pelaku UMKM, dan berbagai pihak untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online