Berangkat Transmigrasi, Warga Bantul Harus Tunggu 3 Tahun

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 19 September 2013 12:31 WIB
Berangkat Transmigrasi, Warga Bantul Harus Tunggu 3 Tahun

Ilustrasi lahan tujuan transmigrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan kepala keluarga (KK) di Bantul harus mengantre sedikitnya tiga tahun untuk dapat ikut program transmigrasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Didik Warsito mengatakan, saat ini masih ada sekitar 300 KK yang mengantre menunggu jatah transmigrasi. Padahal rata-rata jumlah KK yang diberangkatkan untuk program transmigrasi hanya 75-80 KK setiap tahunnya.

"Antara yang diberangkatkan dengan yang mendaftar tidak sebanding," kata Didik, Rabu (18/9/2013).

Pemkab Bantul, kata dia, tak dapat memperbesar jumlah KK yang diberangkatkan karena kuota transmigrasi sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Padahal, kata dia, setiap tahun Bantul mengajukan pemberangkatan 100 KK.

"Karena lahan transmigrasi yang sudah clear and clean [siap ditempati] hanya sedikit. Jadi pusat memberi kuota ke DIY lalu pemerintah DIY yang membagi untuk semua wilayah," ungkapnya.

Minimnya serapan transmigrasi menyebabkan ratusan KK harus mengantre 2-3 tahun untuk diberangkatkan. Saat ini wilayah Sumatera masih menjadi tujuan favorit para transmigran dibanding daerah lainya seperti Sulawesi atau Kalimantan.

Banyaknya jumlah warga Jawa yang tinggal di Sumatera serta kedekatan jarak menjadi salah satu faktor pendorong transmigran memilih Sumatra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online