Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harianjogja.com, BANTUL—Abrasi yang terjadi di Pantai Kuwaru menyebabkan kerusakan yang berdampak menurunkan daya tarik wisatawan berkunjung ke pantai Kuwaru. Akibatnya, jumlah pengunjung di pantai tersebut merosot tajam.
Rubiyanto, 41, salah seorang penjaga parkir di Pantai Kuwaru mengungkapkan, pendapatan dari hasil parkir kendaraan wisatawan ke pantai ini turun drastis sejak 2012 lalu kala abrasi besar mulai terjadi.
Kondisi itu berlanjut hingga saat ini, dan menyebabkan puluhan bangunan hilang dan rusak terkena abrasi. Dahulu kata dia, sekitar 2009-2011 merupakan puncak keramaian Pantai Kuwaru.
Pendapatan dari hasil parkir saat hari libur saat itu mencapai Rp6 juta-Rp8 juta sehari. Namun sekarang penghasilan senilai Rp2 juta per hari saat libur dianggap sudah tinggi.
"Dulu parkir mobil dan motor saja sampai ke jalan, sekarang banyak lahan parkir kosong," terang Rubiyanto ditemui pekan lalu.
Abrasi di Pantai Kuwaru lanjutnya menghilangkan sebanyak 70-an bangunan warung makan, MCK dan fasilitas lainnya di Kuwaru.
Tak hanya itu, lebih dari 2.000 batang pohon cemara ikut hilang. Padahal pohon-pohon itu sangat berguna meneduhkan kawasan pantai serta menjadi penghalang angin yang bercampur air garam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.