Pemkab Sleman Lontarkan Usulan Penurunan Pajak Hiburan

Selasa, 08 Oktober 2013 19:00 WIB
Pemkab Sleman Lontarkan Usulan Penurunan Pajak Hiburan

Harianjogja.com, SLEMAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengusulkan penurunan pajak hiburan dari 45% menjadi 20%. Hal ini dikatakan Bupati Sleman, Sri Purnomo saat acara pembahasan revisi Perda No.3/2011 Tentang Pajak Hiburan saat rapat paripurna di DPRD Sleman, Selasa (8/10/2013).

Bupati mengatakan penurunan ini didasarkan atas permintaan sejumlah pemilik tempat hiburan di Kabupaten Sleman. Kebanyakan pemilik hiburan di Sleman mengaku keberatan dengan pajak yang terlalu tingggi.

“Untuk itu kami berharap ada pembahasan penurunan pajak hiburan ini. Agar pajak hiburan tidak lagi 45% namun hanya 20% saja,” jelas Sri Purnomo.

Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sleman, Harda Kiswara mengatakan permintaan ini memang logis. Pasalnya dari pajak 45% itu, tempat hiburan hanya mampu membayarkan 15% dari omset mereka.

“Karena ada kekurangan ini maka ada temuan BPK soal pajak yang belum terbayarkan. Setelah kami kumpulkan dengan pajak sebesar 20% itu banyak pengusaha yang mengaku mampu membayar,” kata Harda.

Pajak hiburan ini meliputi bioskop, musik, spa, hiburan insidentil, karaoke, cafe dan diskotik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online