Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Harianjogja.com, JOGJA – Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan delapan pesan kepada Gusti Kanjeng Ratu Hayu dan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro.
Pesan tersebut disampaikan saat pengantin baru itu menjalani prosesi pamitan di Gedong Jene, kompleks Kraton, Rabu (23/10/2013) petang.
Berikut pesan-pesan Sultan sebagai bapak kepada putri keempatnya itu selama kurang lebih 15 menit, yang diakhiri dengan guyuran hujan setelah prosesi itu berakhir.
Pesan pertama, “Anak-anakku, kamu sekarang sudah hidup berkeluarga, kamu sendiri yang menentukan pilihan, kami orangtua hanya bisa mendoakan. Semoga hidup kalian berdua bahagia, bermafaat bagi masyarakat bangsa dan negara.”
Kedua, “di dalam keluarga, ada dinamika, suka dan duka kehidupan. Saya punya harapan, kalian bisa menghormati, berkomunikasi dengan penuh kejujuran, ketulusan dalam membina keluarga, karena hanya didasari itu kehidupan bisa berbahagia. Hidup tidak hanya sekadar materi, tapi rasa, nurani itu lebih utama, karena itu adalah hal utama untuk bangun integritas dalam keluarga.
Pesan ketiga berbunyi, “bahwa membangun rumah tangga itu jangan sekali-kali merasa menang kalah. Tapi saling menghargai, saling mau menerima, itu sesuatu yang penting untuk membangun hidup yang tenteram.”
Keempat, “kita itu bangun bale somah tidak sekadar omah- omah. Artinya, kehidupan seluruh anak cucu dan suadara-saudaranya penuh kedamaian, juga penuh dengan rasa nyaman, saling menghormati.”
Keima, “mempersatukan perbedaan karakter, cara berbuat, berpikir, bisa membuat kesalahpahaman, tapi harapan saya itu tidak penting, karena itu hanya kulit bukan isi. Asal dapat memegang teguh ijab kabul, tujuan menikah untuk mencapai kebahagiaan itu akan tercapai.”
Untuk pesan keenam, Sultan berharap, “miss komunikasi dihindari. Semua harus saling jujur, sehingga tidak menumpuk di kemudian hari. Salah pengertian sangat berbahaya, bisa menimbulkan ketidakpercayaan, lebih baik terus terang, apa adanya. Tidak perlu saling marah, susunlah kata yang arif dan bijak, bagaimana berkomunikasi baik itu bisa menghidari rasa menang sendiri.”
Dalam pesan ketujuh Sultan menegaskan, “orang tua tidak akan mencampuri kehidupan kalian, tapi jangan anggap kamu tidak memiliki orangtua yang bisa memberikan petuah.”
Dan terakhir, “hiduplah seperti mimi lan mintuno, saling harmonis, penuh kebahagaian. Hayu akan sekolah lagi. Bersekolah dulu dengan atau mau cepat-cepat punya anak itu urusan kalian berdua, yang penting kamu ada kewajiban yang harus diselesaikan, baik sekolah dan bekerja.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.