Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Harianjogja.com, JOGJA – Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan delapan pesan kepada Gusti Kanjeng Ratu Hayu dan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro.
Pesan tersebut disampaikan saat pengantin baru itu menjalani prosesi pamitan di Gedong Jene, kompleks Kraton, Rabu (23/10/2013) petang.
Berikut pesan-pesan Sultan sebagai bapak kepada putri keempatnya itu selama kurang lebih 15 menit, yang diakhiri dengan guyuran hujan setelah prosesi itu berakhir.
Pesan pertama, “Anak-anakku, kamu sekarang sudah hidup berkeluarga, kamu sendiri yang menentukan pilihan, kami orangtua hanya bisa mendoakan. Semoga hidup kalian berdua bahagia, bermafaat bagi masyarakat bangsa dan negara.”
Kedua, “di dalam keluarga, ada dinamika, suka dan duka kehidupan. Saya punya harapan, kalian bisa menghormati, berkomunikasi dengan penuh kejujuran, ketulusan dalam membina keluarga, karena hanya didasari itu kehidupan bisa berbahagia. Hidup tidak hanya sekadar materi, tapi rasa, nurani itu lebih utama, karena itu adalah hal utama untuk bangun integritas dalam keluarga.
Pesan ketiga berbunyi, “bahwa membangun rumah tangga itu jangan sekali-kali merasa menang kalah. Tapi saling menghargai, saling mau menerima, itu sesuatu yang penting untuk membangun hidup yang tenteram.”
Keempat, “kita itu bangun bale somah tidak sekadar omah- omah. Artinya, kehidupan seluruh anak cucu dan suadara-saudaranya penuh kedamaian, juga penuh dengan rasa nyaman, saling menghormati.”
Keima, “mempersatukan perbedaan karakter, cara berbuat, berpikir, bisa membuat kesalahpahaman, tapi harapan saya itu tidak penting, karena itu hanya kulit bukan isi. Asal dapat memegang teguh ijab kabul, tujuan menikah untuk mencapai kebahagiaan itu akan tercapai.”
Untuk pesan keenam, Sultan berharap, “miss komunikasi dihindari. Semua harus saling jujur, sehingga tidak menumpuk di kemudian hari. Salah pengertian sangat berbahaya, bisa menimbulkan ketidakpercayaan, lebih baik terus terang, apa adanya. Tidak perlu saling marah, susunlah kata yang arif dan bijak, bagaimana berkomunikasi baik itu bisa menghidari rasa menang sendiri.”
Dalam pesan ketujuh Sultan menegaskan, “orang tua tidak akan mencampuri kehidupan kalian, tapi jangan anggap kamu tidak memiliki orangtua yang bisa memberikan petuah.”
Dan terakhir, “hiduplah seperti mimi lan mintuno, saling harmonis, penuh kebahagaian. Hayu akan sekolah lagi. Bersekolah dulu dengan atau mau cepat-cepat punya anak itu urusan kalian berdua, yang penting kamu ada kewajiban yang harus diselesaikan, baik sekolah dan bekerja.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Polsek Sleman mengungkap modus peredaran uang palsu lewat top up uang digital. Pelaku mengaku memakai uang palsu Rp4,5 juta.
Pieter Huistra memuji perkembangan pemain muda PSS Sleman, dari Muhammad Isfandyar, Markus Madjar hingga pemain akademi.
MK akan membacakan putusan gugatan ijazah Gibran malam ini pukul 20.00 WIB. Gedung MK dijaga personel TNI dan Polri.
Inggris menjamu Ceko di UEFA Nations League 2026/27. Harry Kane berpeluang menyamai rekor 125 caps Peter Shilton di Wembley.
Spanyol menghadapi Kroasia di UEFA Nations League 2026/27. La Roja mengincar kemenangan ke-11 beruntun sekaligus tiket perempat final.