Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG Karo, Ikan Tak Dimasukkan Freezer
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Harianjogja.com, SLEMAN—Label sebagai pembunuh keji sepertinya pantas disandang Riyanto, 37. Betapa tidak, seusai membunuh rekannya bernama Didi, pria asal Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini langsung meminum darah korbannya.
Fakta itu terungkap saat Riyanto memeragakan sejumlah adegan dalam rekonstruksi yang digelar di bawah Jembatan Sungai Bedog, di Pelem Gurih, Gamping, Sleman, Rabu (23/10/2013) siang.
Sebelumnya, Didi ditemukan tewas mengenaskan di Sungai Bedog, Dusun Pelem Gurih, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sabtu (21/9/2013) silam. Penemuan mayat itu terungkap berkat keterangan tersangka Riyanto yang tertangkap saat melanggar lalu lintas di Karanganom, Kulonprogo.
Saat itu, tersangka mengendarai motor Vario B 3170 MCO milik korban dengan kondisi mabuk minuman keras. Saat diamankan dan diinterogasi, Riyanto mengaku baru saja membunuh rekannya, Didi.
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Heru Muslimin, menjelaskan tersangka meminum darah korban seusai membacok Didi menggunakan kapak hingga tewas. Riyanto memerankannya pada adegan ke-12. Tersangka menampung darah korban menggunakan gelas bekas air minum kemudian meminumnya.
Tersangka mengaku, tindakan meminum darah korban itu dilakukan sesuai perjanjiannya dengan Didi. Keduanya sepakat untuk bertengkar sampai titik darah penghabisan. Keduanya berkelahi karena Didi dituduh membawa lari istri tersangka.
Dalam duel itu korban sempat melawan tapi dia terjatuh kemudian tersangka memukulnya sebanyak tujuh kali dengan kapak hingga tewas. Tersangka mendapatkan kapak yang ditemukan di sekitar lokasi. Setelah menghabisi korban, tersangka naik ke atas jembatan untuk membeli koran guna menutupi mayat korban. Kemudian muncul niat tersangka mengambil kunci dan membawa kabur motor korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.