Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Harianjogja.com, BANTUL–Sebanyak 55 keluarga di Kabupaten Bantul bersiap berangkat ke lokasi transmigrasi di luar Pulau Jawa. Keberangkatan mereka dijadwalkan akhir tahun.
Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dilakukan Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Bantul dari seluruh peminat sebanyak 150 keluarga.
Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Bantul Nanang Dwi Atmoko mengatakan berbagai pelatihan telah diberikan kepada 55 keluarga yang siap berangkat mengikuti program transmigrasi.
Pelatihan bidang pertanian, perkebunan, peternakan hingga mental spiritual dan bela negara telah selesai diberikan dan makin memantabkan minat calon transmigran Bantul.
“Pemberangkatan tinggal menunggu Surat Perintah Pemberangkatan (SPP) dari pemerintah Pusat saja. Semua sudah kami berikan pelatihan untuk modal usaha dan hidup di lokasi tujuan transmigrasi,” ujar Nanang kepada Harianjogja.com, Senin (28/10/2013).
Tujuan yang dipilih meliputi Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.
Menurut Nanang, tahun ini program transmigrasi Pemkab Bantul melibatkan Daerah DIY berkerjasama dengan beberapa pemerintah provinsi meliputi Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan.
Para transmigran Bantul disiapkan lokasi di Sumatera Barat tepatnya Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Jorong Kota Tengah Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat dan Sumatera Selatan meliputi tiga kabupaten yakni UPT Jud Nganti, Kabupaten Musi Banyuasin, UPT Gajahmati SPT Kabupaten Ogam Komering Ilir dan UPT Tanah Abang Ogam Ilir.
Untuk Kalimantan Tengah menempat di UPT Desa Pulau Nibung PTL Jelai Sukamara dan UPT Telang Siong Kabupaten Barito Timur.
“Khusus untuk Sulawesi Selatan lokasi disiapkan di UPT Lantang Talang Luwu Timur dan Sulawesi Utara tepatnya di UPT Liandok SP3 Minahasi Selatan,” tambah Nanang.
Kepala Disnakertran Bantul Didik Warsito menambahkan perjuangan berat memang cukup terasa di tahun pertama dan kedua. Namun demikian seperti yang sudah berjalan untuk periode sebelumnya. Pada tahun keeempat dan kelima biasanya sudah dapat dilihat perkembangan taraf hidup para transmigran Bantul.
Malah belum lama ini, imbuh Didik, Bupati Bantul Ida Suryawidati dan jajarannya menyempatkan diri meninjau lokasi transmigrasi di Bulungan, Kalimantan Timur.
“Hasil perkembangannya cukup baik. Ibu Bupati malah mengirim alat musik organ dan hadroh untuk dapat dikembangkan di lokasi transmigran Bulungan Kaltim,” pungkas Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Kejari Kulonprogo menggandeng BPKP DIY mempercepat penghitungan kerugian negara dalam dugaan korupsi BUMD PT SAK.
Simak 10 cara menjaga fungsi dan kesehatan ginjal, mulai dari pola makan, olahraga, hidrasi, hingga menjaga kualitas tidur.
DPRD DIY mematangkan Perda penanggulangan bencana baru untuk memperkuat pencegahan, mitigasi, peringatan dini, dan ketangguhan masyarakat.
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
Harbolnas 2026 ditargetkan mencapai Rp40 triliun, naik 10% dari 2025, dengan cakupan promosi barang, jasa, akomodasi, dan transportasi.