Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Andri Tri Cahyono, 22, Warga Dusun Bansari, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari tewas setelah motor Vario bernomor polisi AB 6673 TD yang dikendarainya ditabrak Minibus Mitsubishi di Jalan Jogja-Wonosari, tepatnya Desa Salam, Kecamatan Patuk, Senin (28/10/2013).
Andri tewas di lokasi kecelakaan dengan luka dibagian kepala. Sementara temannya yang dibonceng Handoko, 22, mengalami luka ringan.
Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Inspektur Polisi Dua (Ipda) Solechan mengatakan, peristiwa kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu Minibus bernomor polisi AB 7452 AK yang dikendarai Sumaryanto, warga Delingo, Bantu melaju dari arah Wonosari menuju Jogja.
Sampai di lokasi kejadian, Minibus melaju terlalu ke kanan. Saat bersamaan, dari arah berlawanan sepeda motor Andri melintas dengan kecepatan tinggi.
"Sopir Minibus ini ngantuk sehingga memakan jalur berlawanan" kata Solechan Senin, malam.
Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara, jasad Andri dibawa ke RSUD Wonosari. Sementara sopir Minibus berikut kendaraannya diamankan di Polres Gunungkidul untuk pemeriksaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
PSIM Jogja memastikan peluang Franco Ramos bertahan masih terbuka. Bek asal Argentina itu dijadwalkan tiba di Jogja dalam waktu dekat.
Daihatsu kembali menghadirkan Kumpul Sahabat Serentak yang diselenggarakan secara bersamaan di seluruh outlet Daihatsu di Indonesia.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mendorong peningkatan alokasi Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi kalurahan
Pemkab Kulonprogo menerbitkan SE kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau Agustus 2026 dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.