Skandal Orang Hilang di Pulau Jeju Picu Kekhawatiran Wisatawan
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
Ilustrasi bentrok (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, SLEMAN-Tiga mahasiswa yang tengah mabuk membuat geger sepanjang Jalan Solo, Maguwoharjo, Depok, Rabu (30/10/2013). Mereka sempat berduel dengan aparat kepolisian sampai akhirnya dihajar massa.
Informasi yang dihimpun Harian Jogja di lokasi kejadian, tiga mahasiswa itu awalnya berpesta miras di salah satu minimarket Jalan Solo, Dusun Rejoinangun, Maguwoharjo sejak pukul 09.00 WIB.
Sedikitnya 15 botol miras yang dibelinya di minimarket itu habis ditenggak mereka hingga mabuk. Alih-alih menyimpan botol miras, mereka justru membuangnya di jalan raya dengan cara melempar.
Salah seorang warga pun melaporkan ke aparat kepolisian terdekat atas tindakan tak tahu tatakrama itu.
Dua aparat Satlantas Polsek Depok Timur datang ke lokasi dengan membersihkan botol tersebut. Akan tetapi tiga mahasiswa mabuk itu justru menantang dengan mengejar polisi dan melakukan pemukulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Kuota LPG 3 kg 2026 diprediksi jebol. Hiswana Migas DIY mendorong subsidi tepat sasaran agar pasokan gas melon tetap aman.
Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal dan masih di atas normal. Masyarakat diminta tak beraktivitas dalam radius 3 km.
KPK memeriksa mantan Pj Bupati Muara Enim Henky Putrawan sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa.
PMI Bantul mengirim satu personel ke NTT dan membuka donasi untuk membantu kebutuhan dasar korban gempa, seperti makanan dan obat-obatan.