OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Harianjogja.com, SLEMAN – Impian menjalankan ibadah salat dengan tenang bagi siswa-siswi SDN Gejayan akan segera terwujud. Pasalnya mereka akan membangun mushola baru di depan sekolahnya dengan diameter 6X6 meter.
Salah satu siswi kelas VI SDN Gejayan, Erika Dwi Agustina mengaku selama ini mereka shalat dzuhur di mussla yang dulunya menjadi ruang guru pengganti. Biasanya di ruangan berukuran 3X4 meter itu para siswa bergantian melaksanakan salat dzuhur.
“Kalau salat dzuhur selama ini memang gantian. Jadinya harus antri dan baris begitu,” kata Erika saat peletakan batu pertama pembangunan Musala Al-Ikhlas SDN Gejayan Rabu (30/10/2013).
Erika mengaku musala ini sangat penting bagi siswa. Sebab tidak jarang siswa yang mengantri dan tidak jadi salat karena bel pelajaran sudah berbunyi. Sedangkan jika ingin salat di masjid berjarap 300 meter dari sekolah.
“Inginnya kalau musalanya jadi, shalatnya bisa bareng-bareng dan tidak tergesa-gesa. Jadi mempersingkat waktu dan masih bisa istirahat sebentar,” jelas Erika.
Kepala Sekolah SDN Gejayan, Bambang Purwaka mengatakan Musala Al-Iklas membutuhkan biaya sebanyak Rp78 juta. Hingga kini dana yang terkumpul baru Rp12 juta yang merupakan dana dari swadaya wali murid dan infaq para siswa.
“Hingga kini yang terbanyak dananya dari infaq siswa yang mencapai Rp3 juta. Mereka telah menyisihkan uang sakunya untuk dikumpulkan dan akhirnya terkumpul sebanyak itu,” jelas Bambang.
Bambang mengaku bangga dengan siswanya yang bisa dengan sadar ikut dalam proses pembangunan ini. Bahkan para siswa ini mengaku senang jika nantinya bisa mendapatkan musala baru dengan uang yang dikumpulkan sendiri.
“Untuk kekurangan dana kami akan usahakan kepada para donatur. Sementara ini sudah ada beberapa donatur yang siap menyumbang barang dan uang,” jelas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.