Atasi Kekeringan Kulonprogo, Pengadaan Sumber Air Butuh Rp300 Juta
Pengadaan sumber air permanen di Kulonprogo membutuhkan Rp300 juta-Rp800 juta. APBD terbatas, perluasan SPAM mengandalkan Danais.
Ibadah haji - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Sistem embarkasi haji berbasis hotel yang pertama kali diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama musim haji 2026 diklaim berjalan sukses tanpa kendala krusial. Selama satu bulan pelaksanaan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY menyebut tidak ada keluhan besar dari jemaah terkait pelayanan maupun proses keberangkatan menuju Tanah Suci.
Model layanan baru ini dinilai mampu meningkatkan kenyamanan fisik jemaah karena memangkas mobilisasi panjang seperti pada sistem asrama haji konvensional. Lokasi hotel yang dekat dengan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo disebut menjadi faktor utama efisiensi pelayanan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenhaj DIY, Silvia Rosetti, mengatakan pengurangan tingkat kelelahan jemaah menjadi capaian paling menonjol selama penerapan embarkasi berbasis hotel.
“Konsep pelayanan berbasis hotel ini terbukti memangkas kelelahan jemaah. Berbeda dengan sistem asrama, posisi hotel yang sangat dekat dengan bandara membuat mobilisasi menjadi jauh lebih ringkas dan manusiawi bagi jemaah,” ujar Silvia saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, meski masih terdapat sejumlah evaluasi teknis, secara umum pelaksanaan embarkasi haji selama sebulan berjalan cukup baik. Ia menyebut koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting keberhasilan layanan tersebut.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala yang berarti. Ini adalah buah dari kerja sama yang solid antar-stakeholder serta kolaborasi sinergi yang kuat antar-instansi di lapangan,” katanya.
Silvia memastikan sistem embarkasi berbasis hotel bukan sekadar uji coba sementara. Skema tersebut sudah memiliki dasar hukum tetap dan akan kembali digunakan pada musim haji mendatang.
Ia menjelaskan kebijakan itu mengacu pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor 11 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 22 Oktober 2025 dan diperkuat melalui KMHU Nomor 15 Tahun 2025.
“Penetapannya sudah fix dan regulasinya sudah jelas. Untuk musim depan, kita akan berjalan dengan mengacu pada regulasi tersebut, dengan kuota sementara yang ditetapkan sebanyak 9.320 jemaah,” ujarnya.
Meski demikian, Kemenhaj DIY tetap menyiapkan evaluasi lanjutan untuk menyempurnakan alur pelayanan musim berikutnya. Fokus pembenahan diarahkan pada percepatan proses pemeriksaan dokumen, imigrasi, dan koordinasi teknis di lapangan.
“Kami tidak boleh cepat puas dengan hasil saat ini. Ke depan, kami bersama seluruh lembaga terkait akan terus mematangkan koordinasi lapangan. Targetnya jelas, agar alur imigrasi, pengecekan, dan pelayanan lainnya yang kemarin sudah bagus, besok bisa berjalan tambah mulus lagi,” jelas Silvia.
Sementara itu, proses debarkasi haji di Bandara YIA dijadwalkan mulai berlangsung pada 1 Juni hingga 29 Juni 2026. Sebanyak 9.320 jemaah asal DIY dan Karesidenan Kedu akan dipulangkan melalui bandara tersebut.
General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin, memastikan kesiapan fasilitas dan sumber daya untuk mendukung operasional debarkasi perdana di YIA.
“Ini merupakan momen penting bagi YIA di mana perjalanan haji tahun 2026 menjadi penyelenggaraan haji pertama di YIA. Sehingga kami berkomitmen kuat dalam melakukan koordinasi intensif dengan para pihak terkait,” katanya.
Ia menambahkan YIA telah menyiapkan fasilitas, peralatan, serta personel pendukung agar proses kepulangan jemaah berjalan lancar.
“YIA memastikan kesiapan fasilitas, peralatan, dan sumber daya manusia untuk mendukung operasional penerbangan haji. Kami yakin upaya embarkasi haji ini menjadi langkah penting bagi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya YIA yang berkelanjutan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengadaan sumber air permanen di Kulonprogo membutuhkan Rp300 juta-Rp800 juta. APBD terbatas, perluasan SPAM mengandalkan Danais.
Aliran sungai bawah tanah Pantai Baron berubah setelah 14 tahun. Gugusan pulau menghilang dan aliran kini langsung menuju laut.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan PKJ untuk perguruan tinggi dan mendorong ilmu lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pendidikan khas Kejogjaan yang hari ini kita luncurkan bersama adalah ikhtiar untuk mempersingkat jarak itu,” tutur Sri Sultan.
Gempa Bantul M3,5 terjadi Kamis sore dan dirasakan di Jogja. BMKG meminta warga tetap tenang serta mengikuti informasi resmi.