Pembangkit Listrik di Pantai Baru Rusak, Pabrik Es Mangkrak

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Senin, 04 November 2013 15:09 WIB
Pembangkit Listrik di Pantai Baru Rusak, Pabrik Es Mangkrak

Harianjogja.com, BANTUL- Pabrik es di Pantai Baru Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan Bantul kini mangkrak karena inverter pada pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya rusak.

Sejak inverter rusak pada Desember 2012, warga secara swadaya membuat inverter sederhana dengan biaya hingga Rp10 juta. Namun kapasitas daya yang dihasilkan sangat kecil, yakni hanya 2.000 hingga 3.000 watt.

Daya sebesar itu tak mampu memenuhi kebutuhan energi di Pantai Baru. Bahkan pabrik es di Pantai Baru kini mangkrak tak beroperasi.

"Cuma seadanya saja, hanya untuk penerangan warung sama jalan, kalau kurang, nyedot listrik PLN, tentu dengan kompensasi biayanya yang lebih mahal," kata Wijiyo, 59, operator pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya di Pantai Baru saat ditemui Minggu (3/11/2013).

Bahkan menurutnya, untuk menyuplai energi, pihaknya sering menghidupkan mesin diesel dengan bahan bakar premium. Kondisi itu diakui ironis, sebab keberadaan tenaga hybrid itu dimaksudkan sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak.

Tak beroperasinya energi hybrid secara maksimal memaksa warga setempat mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk keperluan nelayan dan warung makan. Misalnya keperluan es batu. Di pabrik es yang mangkrak tersebut, es batu sebelumnya hanya dijual 500 rupiah per kilogram untuk es balok.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online